Temui Guru 3T, Askiman Jelaskan Alasan Kemendikbud-RI Tak Keluarkan Tunjangan Khusus

Askiman menjelaskan sebenar dari hasil pertemuan yang sudah dilakukan dengan Dirjen Kemendikbud-RI beberapa waktu lalu

Temui Guru 3T, Askiman Jelaskan Alasan Kemendikbud-RI Tak Keluarkan Tunjangan Khusus
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ WAHIDIN
Wakil Bupati Sintang Askiman menerima kunjungan dari sejumlah guru yang mengajar di daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T) di Rumah Dinas Camat Ketungau Hulu, Sabtu (22/9/2018) kemarin. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Wahidin

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG- Wakil Bupati Sintang Askiman menerima kunjungan dari sejumlah guru yang mengajar di daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T) untuk menyampaikan keluhan terkait tidak adanya lagi tunjangan khusus bagi mereka.

Askiman mengatakan dari tahun 2017 sampai 2018 ini, tunjangan khusus guru kawasan 3T di Kabupaten Sintang memang banyak yang tidak mendapatkan lagi.

Baca: BMKG Prediksi Mempawah Bakal Terdampak Elnino Dalam Waktu Dekat

Baca: Sedang Berlangsung! Live Streaming PSIS vs Perseru Liga 1 Gojek 2018

"Ini menjadi persoalan bagi mereka, tadi kita saling sharing apa yang sesungguhnya yang terjadi," ujar Askiman bertempat di Rumah Dinas Camat Ketungau Hulu, Sabtu (22/9/2018) kemarin.

Askiman menjelaskan sebenar dari hasil pertemuan yang sudah dilakukan dengan Dirjen Kemendikbud-RI beberapa waktu lalu juga sudah mendapatkan penjelasan.

Menurutnya untuk guru yang mendapatkan tunjangan khusus ini, diangkat Kemendikbud-RI berdasarkan kriteria tertentu. Sebab berdasarkan Permendes, desa dibagi menjadi status sangat tertinggal, tertinggal, dan berkembang.

Namun untuk guru yang mendapatkan tunjangan khusus hanya guru yang mengajar di desa atau wilayah yang statusnya sangat tertinggal. Sehingga untuk yang berstatus tertinggal dan berkembang tidak dibayarkan.

"Sementara di daerah wilayah perbatasan seperti di beberapa desa Ketungau Hulu ini lebih banyak dibuat mereka di dalam status desa berkembang sehingga tidak memiliki dasar untuk dibayarkan
dana tunjangan khusus," jelasnya.

Menurutnya penetapan kriteria yang dilakukan Kemendikbud tersebut tidak sesuai dengan kondisi real desa yang sebenarnya yang terletak di wilayah perbatasan Kecamatan Ketungau Hulu.

Oleh sebab itu, Pemkab Sintang akan melakukan inventarisasi atau pendataan kembali untuk
merubah status desa yang bersangkutan.

Halaman
12
Penulis: Wahidin
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved