Waspada Penipuan Bisa Gandakan Uang, Mustofa Kehilangan Rp 300 Juta

Pertemuan itu tidak hanya berlangsung sekali saja, melainkan sudah berulang kali dalam waktu sekitar sebulan setengah.

Waspada Penipuan Bisa Gandakan Uang, Mustofa Kehilangan Rp 300 Juta
ISTIMEWA
Kanit Reskrim Polsek Singosari Iptu Supriyono menunjukkan barang bukti berupa lembaran uang Rp 50 ribu dan lembaran kertas biru yang digunakan untuk menipu Mustofa, Sabtu (22/9/2028). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MALANG - Dua pelaku penipuan dengan modus gendam Muklis Amirudin warga Kabupaten Banyuwangi dan Nurrohim warga Kabupaten Lumajang, Jawa Timur berhasil diciduk Polsek Singosari Malang. Selain kedua orang tersebut, polisi tengah memburu satu orang lagi berinisial AG.

Para komplotan berhasil memperdayai Mustofa, warga Kota Malang yang tinggal di kawasan Jl MT Haryono.

Mustofa digendam sehingga menyetorkan uang Rp 300 juta kepada para komplotan. Uang itu dijanjikan bisa digandakan menjadi Rp 1 miliar oleh AG.

Baca: Gubernur Sutarmidji Resmikan Oasis di Tengah Kota Karya Synthesis Development

Kanit Reskrim Polsek Singosari Iptu Supriyono menerangkan, awalnya para pelaku yang tertangkap diundang oleh AG datang ke Kabupaten Malang.

Mereka berdua diajak melakukan bisnis dengan Mustofa oleh AG. Bisnis yang dimaksud ternyata menipu korban dengan iming-iming bisa menggandakan uang menjadi Rp 1 miliar.

Baca: David: Partisipasi Pemuda Milenial Dalam Pemilu Penting

"Kedua orang ini adalah perantara yang memperkenalkan korban dengan AG," ujar Supriyono, Sabtu (22/9/2018).

Ketika tiba di Singosari, Kabupaten Malang, Mukhlis dan Rokhim melakukan pertemuan dengan Mustofa.

Pertemuan itu tidak hanya berlangsung sekali saja, melainkan sudah berulang kali dalam waktu sekitar sebulan setengah.

Pertemuan yang berulang kali itu dimaksudkan untuk meyakinkan korban agar mempercayai tipu muslihat para pelaku.

Mustofa dijanjikan mendapat uang Rp 1 miliar jika setor Rp 300 juta. Mustofa sempat tidak percaya kalau uangnya bisa digandakan menjadi Rp 1 miliar. Ia pun kemudian menanyakan bukti kepada para pelaku.

Halaman
123
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved