Backstreet Tapi Pacar Desak Ketemu Orangtua, Ini Saran Psikolog Rika Indarti 

Saat menjalin hubungan serius, tentu saja kita terkadang ingin bisa saling mengenal lebih dalam.

Backstreet Tapi Pacar Desak Ketemu Orangtua, Ini Saran Psikolog Rika Indarti 
NET
Mesut Oezil bersama pacarnya Mandy Capristo 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Bella 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Saat menjalin hubungan serius, tentu saja kita terkadang ingin bisa saling mengenal lebih dalam. 

Proses saling kenal, terkadang juga tidak hanya soal kamu dan pasangan, tapi juga dengan keluarga masing-masing. 

Tapi, terkadang hal itu justru menjadi tantangan atau masalah tersendiri ketika kamu merasa belum siap untuk diketahui oleh keluarga mengenai siapa orang yang dekat denganmu saat ini. 

Baca: Pencabutan Nomor Urut Pilpres, Dr Netty Herawati: Sarat Makna

Hem, kalau seperti itu, baiknya gimana ya? 

Yuk simak ulasan dari Psikologi Rubrik Hangout Tribun Pontianak, Rika Indarti berikut ini. 

Pertanyaan :

Saya punya pacar, kebetulan kami telah menjalin hubungan selama kurang lebih dua bulan. Dia telah memperkenalkan saya kepada orang tua dan keluarganya, tetapi saya belum memperkenalkan dia pada keluarga saya. Karena ada sedikit persoalan terkait fisik pacar saya. Selama ini kami berhubungan secara backstreet tapi dia selalu mendesak untuk diperkenalkan kepada orangtua saya. Saya bingung harus bagaimana dan apa yang harus saya lakukan. 
Dea (23), Pontianak

Jawaban

Salam Dea. Sebenarnya keinginan pacar untuk diperkenalkan kepada pihak orang tua atau keluarga anda dapat membuktikan keseriusannya dalam menjalin hubungan, dimana dia berharap hubungan ini dapat dibawa ke jenjang yang lebih serius.

Masalahnya saat ini apakah anda bersedia menjalin hubungan yang serius dengannya? Secara tersirat, Anda belum menerima dirinya apa adanya, sehingga timbul kekhawatiran-kekhawatiran dalam pikiran anda, bahwa orang tua anda tidak akan menerimanya.

Hal ini sebaiknya patut anda perhatikan, pikirkanlah, apakah anda benar-benar mencintainya, atau sekadar
mengasihaninya.

Bila benar anda mencintainya, maka akan tumbuh menerima dirinya apa adanya, bahkan muncul perasaan bangga karena memilikinya, sehingga bila muncul keraguan dari pihak keluarga, anda dapat meyakinkan keluarga bahwa dia adalah yg terbaik untuk anda, bukan malah sebaliknya. 
 

Penulis: Bella
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved