Pileg 2019

Polres Sintang Menggelar Simulasi Pengamanan Pemilu Serentak 2019

Dalam simulasi yang dilakukan dikondisikan ketika saat anggota melakukan pengamanan jika ada kejadian

Penulis: Maudy Asri Gita Utami | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / WAHIDIN
Terjadi kerusuhan dan aksi membakar ban antara pendukung pasangan calon presiden dengan petugas kepolisian pada Simulasi Pengamanan Kota (Sispam Kota) dalam rangka Pengamanan Pemilihan Umum Tahun 2018 Polres Sintang bertempat di Halaman Mapolres Sintang, Kamis (20/9/2018) pagi.   

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Wahidin 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG- Anggota Polres Sintang Simulasi Pengamanan Kota (Sispam Kota) dalam rangka Pengamanan Pemilihan Umum Tahun 2019 Polres Sintang bertempat di Halaman Mapolres Sintang, Kamis (20/6/2018) pagi. 

Kegiatan simulasi ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan Pra Operasi Mantap Brata Kapuas 2018 untuk melihat sejauh mana kesiapan pengamanan menghadapi Pemilihan Legislatif dan Presiden 2019. 

"Beberapa adegan kegiatan yang telah kita simulasikan kita asumsikan bahwa ini pada saat pelaksanaan Operasi Mantap Brata Kapuas 2018 seperti inilah garis besarnya," ujar Kapolres Sintang AKBP Sudarmin. 

Kegiatan simulasi ini dimulai dari masa pendaftaran, penetapan, kampanye, masa tenang dan pemungutan suara. Dalam simulasi yang dilakukan dikondisikan ketika saat anggota melakukan pengamanan jika ada kejadian.

Baca: KPU Akan Loloskan Caleg Koruptor, Ini Dasarnya

"Kita simulasikan ketika ada suatu persoalan, ada masyarakat yang akan menyampaikan pendapat. Kemudian tidak adanya titik temu dalam hal itu, sehingga kemudian situasi memanas dan kita mengambil tindakan pengamanan," jelasnya. 

Dalam simulasi terlihat memang massa tidak terima karena calon anggota legislatif yang didukungnya tidak lolos. Hal ini kemudian membuat massa memaksa bertemu dengan Ketua KPU Kabupaten Sintang.

Karena sekian lama tidak juga dapat bertemu Ketua KPU Sintang, massa kemudian mengambil tindakan anarkis. Hal ini membuat pasukan pengamanan Polres Sintang mengambil tindakan tegas untuk memukul mundur massa. 

Baca: Orang Tidak Dikenal Coba Menyerang Calon Anggota Legislatif

Kapolres Sintang AKBP Sudarmin menambahkan bahwa pada saat pengamanan Pemilihan Presiden dan Pemilihan Anggota Legislatif nanti akan menyiapkan 517 personel, ditambah BKO dari Polda 120 personel dan pihak TNI. 

"Kemudian untuk sarana prasarana kita sudah menyiapkan alat komunikasi seperti HT, SSB lalu ada kendaraan roda enam, roda empat, roda dua. Kendaraan air juga kita siapkan dua kapal C3, satu kapal boat 85 PK, dan dua speed boat 40 PK," pungkasnya. 

ada beberapa sarana prasarana Seperti alat komunikasi HT ada SSB dan handphone dan sarana lain seperti angkutan roda empat roda dua roda enam kemudian kita juga ada kendaraan air mana kita juga didukung oleh dua unit kapal C 3 dan 1 unit kapal boat 85 PK kemudian 2 unit speed mesin 40 PK.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved