Rumah Ambruk Diterjang Angin Kencang, Tangan Mariyati Tertimpa Kayu Balok

Saya berupaya sekuat tenaga mengangkat atap seng yang menimpa tubuh saya. Setelah itu saya menyelamatkan anak, istri dan ibu saya

Rumah Ambruk Diterjang Angin Kencang, Tangan Mariyati Tertimpa Kayu Balok
ISTIMEWA
TERTIMPA BALOK - Mariyati memegangi tangannya yang terluka akibat tertimpa balok saat rumahnya diterjang angin. Ia menolak dibawa ke rumah sakit karena tak punya uang. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Dua rumah warga di Jalan Arsapati 3 RT 36, Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong, Kukar ambruk diterjang angin kencang, Senin (17/9) sekitar pukul 16.45 Wita.

Mariyati (30), salah seorang penghuni rumah terluka di bagian tangan kanannya karena tertimpa balok kayu rumahnya yang ambruk.

ANGIN kencang awalnya menerjang rumah kosong milik Juriansyah hingga rubuh. Rumah itu dibangun sejak 2014, namun pembangunannya mandek karena Juriansyah tak punya uang. Rumah hanya terdiri dari rangka kayu dan atap, sedangkan lantainya masih berupa tanah.

Baca: Beri Contoh ke Masyarakat, Bupati Nasir Ingatkan ASN Jalankan Tugas Secara Baik

Rumah itu ambruk menimpa rumah Dedek Mulyana (30) yang lokasinya bersebelahan. Dedek, istri, seorang anaknya dan ibunya, Mariyati yang saat itu berada dalam rumah tak sempat menyelamatkan diri. Keempatnya sempat tertimbun dalam puing-puing rumah yang ambruk.

"Saya berupaya sekuat tenaga mengangkat atap seng yang menimpa tubuh saya. Setelah itu saya menyelamatkan anak, istri dan ibu saya," tutur Dedek.

Baca: Tanggapi Sutarmidji Ganti Sekda dan Kadis, Pengamat Politik: Harus Berani Merombak

Saat itu ibunya mau ke wc dan istrinya berada di dapur, sedangkan Dedek sendiri bersama anaknya berada di ruang depan.  "Tangan kanan ibu saya tertimpa balok kayu hingga terluka," ujarnya.

Harta bendanya ikut tertimbun dalam rumah kayunya yang ambruk. "Semua nggak ada yang bisa diselamatkan, televisi, ponsel, seragam sekolah anak saya, pakaian kami termasuk surat-surat penting, semua tertimbun dalam rawa," kata Dedek yang berprofesi sebagai pencari kelapa.

Sedangkan ibunya baru datang dari Kota Bangun untuk menengok sang cucu. Selain rumah Dedek, rumah mertuanya juga ikut rusak, terutama bagian dapurnya. Rumah mertua Dedek berada di depan rumah. Saat ini Dedek dan keluarganya harus menumpang sementara di rumah mertuanya.

"Sebetulnya, rumah yang saya tinggali ini masih lahan milik mertua saya, cuma saya bangunkan pondok untuk kami tinggali," katanya.

Dedek memiliki tiga anak yang masih kecil. Saat kejadian, anak sulung dan bungsu sedang bermain di luar rumah. Akibat musibah ini, seragam dan buku kedua anaknya yang masih duduk di bangku SD ikut terendam dalam rawa. Tim rescue dari BPBD Kukar tiba di lokasi sekitar pukul 18.00 untuk melakukan evakuasi.

Editor: Jamadin
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved