Breaking News:

Diadakan di 15 Kota se-Indonesia, Ini Tujuan Kegiatan Forum Ekonomi Kementerian Keuangan

Kepala Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara l Direktorat Penyusunan APBN Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan

Penulis: Rizky Prabowo Rahino | Editor: Madrosid
Diadakan di 15 Kota se-Indonesia, Ini Tujuan Kegiatan Forum Ekonomi Kementerian Keuangan
kementrian keuangan

Laporan Wartawan Tribun Pontianak,  Rizky Prabowo Rahino 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Subdirektorat Penyusunan Anggaran Belanja Negara l Direktorat Penyusunan APBN Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan, Didik Kusnaini menerangkan Forum Ekonomi Kementerian Keuangan (FEKK) dilaksanakan di 15 kota seluruh Indonesia. Tujuan FEKK adalah guna sosialisasi kepada masyarakat terkait apa saja kebijakan pemerintah.

“Ini penting agar masyarakat khususnya akademisi, birokrat maupun masyarakat umum tahu apa yang akan dilakukan oleh pemerintah ke depan dan apa yang sudah dilakukan,” ungkapnya saat membuka Seminar Forum Ekonomi Kementerian Keuangan bertema perkembangan ekonomi dan APBN untuk pemerataan pembangunan di Hotel IBIS Pontianak,  Selasa (18/9/2018). 

Baca: Perlawanan Alot Dari Malaysia, Ganda Putri Indonesia Akhirnya Kantongi Kemenangan di China Open 2018

Ia menimpali misi utama dari Kementerian Keuangan adalah agar masyarakat tahu uang yang disetorkan baik lewat pajak maupun pungutan itu digunakan untuk apa.

“Jadi ini juga semacam sosialisasi juga bahwa di 2019 itu APBN akan diarahkan untuk membentuk masyarakat yang adil. APBN yang sehat dan mandiri. APBN yang sehat itu apa ? yakni APBN yang berkesinambungan. Defisitnya semakin turun menuju ke positif,” terangnya.

Kemudian, APBN harus adil dan dialokasikan kemana saja. APBN harus seimbang antara pembangunan fisik dan non fisik dengan Sumber Daya Manusia (SDM). Antara pembangunan di tingkat pusat dengan daerah, pengelolaan dan pemanfaatan pajak juga harus adil.

“Antara pajak yang digunakan untuk menggalang dana, mobilisasi dana untuk pendanaan pembangunan dan pajak yang digunakan untuk insentif,” jelasnya.

Hal ini bertujuan agar dunia industri terutama Usaha Kecil dan Menengah (UKM) bisa tumbuh. Pihaknya juga ingin menyampaikan bahwa APBN harus mandiri dalam arti ketergantungan kepada utang

“Ketergantungan terhadap utang harus dikurangi. Kita meningkatkan sumber pembiayaan atau sumber pendanaan itu dari pajak. Kita punya target mengurangi kesenjangan dan menurunkan gini rasio. Kemudian kesenjangan wilayah juga diturunkan,” tukasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved