Waspada Penipuan CPNS, BKPP Beberkan Modusnya
Apalagi sekarang media sosial bisa diakses siapa saja. Kalau ada informasi di media sosial jangan langsung dipercaya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, TANJUNG REDEB – Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Berau memprediksi jumlah peserta yang mendaftar seleksi ini bisa mencapai ribuan.
Padahal, Kabupaten Berau hanya mendapat kuota 107 formasi dalam penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS)
“Terakhir kali kita mendapat kuota CPNS tahun 2014, saat itu hanya ada 100 formasi, tetapi yang mendaftar ada ribuan orang,” kata Kepala BKPP Berau, Abdul Rivai, Minggu (16/9/2018).
Tingginya minat masyarakat Berau yang ingin menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), dikhawatirkan membuat para pelaku kejahatan memanfaatkan seleksi CPNS ini.
Baca: Permudah Akses Informasi, Pemerintah akan Kembangkan Aplikasi Perumahan Serupa Go-Jek
“Tahun 2014 lalu, ada dua orang yang hampir menjadi korban penipuan. Mereka dimintai uang puluhan juta dengan iming-iming akan diloloskan (menjadi PNS). Mereka mendapat pesan melaui SMS dan telepon. Beruntung mereka tidak langsung memberikan uang. Mereka konfirmasi dulu ke kami (BKPP), sehingga tidak menjadi korban penipuan,” ungkapnya.
Agar kasus seperti ini tidak terulang kembali, Rivai mengingatkan masyarakat untuk mencari kebenaran informasi yang menyangkut CPNS. “Kalau perlu informasi apapun, yang berkaitan dengan CPNS, silakan datang saja ke kantor kami,” tegasnya.
Termasuk upaya menghindari adanya oknum BKPP yang nakal, Rivai mengimbau warga agar mencari informasi langsung ke kantor BKPP, pada saat jam kerja serta tidak melakukan komunikasi di luar tempat dan jam kerja.
“Apalagi sekarang media sosial bisa diakses siapa saja. Kalau ada informasi di media sosial jangan langsung dipercaya. Cari tahu dulu informasinya dengan benar. Informasi CPNS juga bisa diakses langsung melalui situ-situs (website) resmi pemerintah,” paparnya.
Baca: Jadi Pembina Apel, Ria Norsan Cerita Sempat Jalani Profesi Ini Sebelum Jadi Wakil Gubernur
Rivai juga mengingatkan, agar masyarakat terutama pencari kerja agar tidak mudah percaya dengan tawaran atau janji-janji yang akan meloloskan mereka menjadi pegawai negeri. Pasalnya, seluruh proses seleksi mulai dari pendaftaran, ujian hingga pengumuman dilakukan melalui aplikasi dan diumumkan melalui website resmi pemerintah.
Peserta juga akan menjalani ujian dengan Computer Assisted Test (CAT) yang terkoneksi dengan server Badan Kepegawaian Negara (BKN). “Sehingga menutup peluang terjadinya nepotisme, lolos atau tidaknya tergantung kelengkapan persyaratan dan hasil skoring CAT,” jelasnya..
Modus penipuan CPNS biasanya menawarkan bocoran jawaban soal ujian CPNS, menawarkan jasa meloloskan CPNS dengan mengaku-ngaku sebagai ‘orang dalam’.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/ilustrasi-cpns-2018_20180508_165213.jpg)