Polsek Paloh Imbau Masyarakat Harus Waspadai Ancaman Faham Radikal

Dalam kesempatan tersebut, ia meminta agar masyarakat selalu waspada terhadap ancaman paham radikalisme.

Polsek Paloh Imbau Masyarakat Harus Waspadai Ancaman Faham Radikal
ISTIMEWA
Binmas Polsek Paloh Aipda Hendri, saat memberikan himbauan tentang Radikal Di Dusun jeruju desa sebubus Kecamatan Paloh. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak M Wawan Gunawan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS- Bahaya radikalisme semakin hari kian mengancam keutuhan, persatuan dan kesatuan bangsa. Oleh karenanya hal ini harus menjadi perhatian bagi seluruh elemen masyarakat.

Untuk mencegah masuknya paham radikalisme dilingkungannya, dan agar masing-masing masyarakat tidak terpapar paham radikalisme.

Baca: Tenggelam, Bocah Umur 9 Tahun Ditemukan Sudah Meninggal Dunia

Hal itu disampaikan oleh Ps Panit Binmas Polsek Paloh Aipda Hendri, di Dusun Jeruju Desa Sebubus Kecamatan Paloh, saat melaksanakan sambang di Masyarakat, Sabtu (15/09/2018).

Dalam kesempatan tersebut, ia meminta agar masyarakat selalu waspada terhadap ancaman paham radikalisme.

Selain itu, Aipda Hendri juga mengimbau masyarakat untuk peduli dan sadar terhadap lingkungan sekitar agar terhindar dari ancaman terorisme.

Ia menambahkan, sebenarnya ruang gerak terorisme juga bisa dibatasi dan dieliminir antara lain dengan penyertaan dukungan masyarakat, oleh karenanya tidak hanya pemerintah dan aparat keamanan yang mewaspadai hal tersebut.

"Masyarakat yang aktif membaur satu sama lain, dapat mendeteksi dan mengetahui kegiatan setiap individu dalam suatu kelompok masyarakat. Hal ini pada gilirannya dapat mengantisipasi kemungkinan terjadinya atau menyebarnya paham-paham radikalisme yang berujung terorisme di tengah masyarakat," ujarnya.

"Terorisme tidak mengenal agama. Karena aksi-aksi mereka telah merenggut banyak korban. Korban terorisme itu adalah orang-orang yang tidak bersalah," tambahnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, terorisme adalah gerakan yang terkoordinasi yang bertujuan untuk menciptakan kesadaran dan menampilkan korban dengan melakukan hal-hal yang seperti bom bunuh diri.

Baca: Pendaftaran CPNS 2018 2 Hari Lagi, Perhatikan Tata Cara Unggah Persyaratan di sscn.go.id

"Terorisme dan radikalisme sebenarnya tidak beda jauh, sama-sama menggunakan kekerasan. Tindakan yang ekstrim dan berusaha untuk mengubah keadaan sesuai dengan tujuan yang dikehendaki dengan cara yang cepat," tambahnya.

Faham radikal ini sudah tentu akan menghancurkan rasa Nasionalisme anak bangsa. Karena mereka akan mungkin saja melakukan penyerangan pada masyarakat sendiri yang memang merupakan saudara sendiri sebangsa dan setanah air. Hal ini jelas akan membuat perpecahan yang akan semakin menghancurkan Nasionalisme bangsa.

"Sebagai anak bangsa yang baik harusnya saling menghargai saling menghormati, saling menerima dan saling menyayangi agar jiwa nasionalisme semakin tinggi," terangnya.

"Ini adalah tugas kita bersama untuk mencegah masuknya faham radikalisme, seluruh elemen masyarakat harus peduli terhadap lingkungannya. Selalu aktif membaur untuk menjaga keamanan dilingkungannya masing -masing," tegasnya.

Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved