Sosok Karyawati Bank yang Tewas Dibunuh, Janda Cantik dan Hidup Sendirian

Dia (Ela) tinggal sendiri, karena dia telah cerai dengan suaminya dan anaknya tinggal dengan mantan suaminya.

Sosok Karyawati Bank yang Tewas Dibunuh, Janda Cantik dan Hidup Sendirian
Kolase Tribun Jabar
Ela Nurhayati (43) ditemukan tewas di kediamannya 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Seorang wanita di Bandung ditemukan tewas di rumah kontrakannya, Selasa (11/9/2018) kemarin.

Wanita bernama Ela Nurhayati (42) itu ditemukan tak bernyawa bersimbah darah di rumahnya di Kampung Pangrajian RT 3/ 9, Desa Kayuambon, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Korban ditemukan warga setempat sekira pukul 11.50 WIB.

Baca: Karyawati Bank Tewas Dibunuh, 28 Tusukan di Tubuh Hingga Saksi Kunci Anak Berkebutuhan Khusus

Baca: Helikopter Tabrak Lereng Bukit, Pilot dan 5 Penumpang Dilaporkan Tewas

Baca: Karier Sukses, Benarkah Luna Maya Susah Jodoh Karena Video Mesum dengan Arie NOAH?

Ela yang merupakan pegawai bank itu ditemukan tewas dengan sejumlah luka tusuk.

Anak mendiang Ela Nurhayati disebut-sebut menjadi saksi kunci insiden tewasnya Ela.

Berdasarkan keterangan polisi, pihaknya memerlukan pendampingan tim ahli.

Sebab, seperti dilansir dari laman TribunJabar.com, anak Ela termasuk anak berkebutuhan khusus (ABK).

Hingga saat ini, penyebab kematian Ela pun masih menjadi misteri.

Polisi masih melakukan penyelidikan.

Kasatreskrim Polres Cimahi, AKP Niko Adi Putra mengatakan, polisi telah meminta keterangan dari delapan orang saksi.

Para saksi ini terdiri dari tetangga, kerabat, orang terdekat, anak hingga mantan suami korban. Seperti diketahui, kasus ini awalnya ditangani Polsek Lembang.

"Saat ini pemeriksaan saksi jadi 8 orang, dan agenda masih ada 3 saksi harus dilakukan pemeriksaan lagi hari ini," kata Niko di Mapolres Cimahi, Kamis (13/9/2018).

Menurut AKP Niko, terdapat 23 luka tusukan di tubuh Ela.

Luka tersebut berada di bagian kiri, pelipis mata kiri, dan dada kanan.

"Ada 23 tusukan semuanya," ujar Niko.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, saat kejadian hanya ada satu orang yang berada di dalam rumah korban yakni anak tersebut.

Berdasarkan kronologi pascakejadian, seorang tetangga korban melihat seorang anak keluar rumah sambil menangis, membawa ponsel dan pakaiannya yang berlumuran darah.

Saksi yang juga tetangga korban kemudian masuk ke rumah dan melihat korban tergeletak bersimbah darah serta pisau berada di dekatnya.

"Berarti patut ‎diduga bahwa di rumah korban hanya ada berdua saja, anak dan ibunya itu," kata Trunoyudo.

Berdasarkan bukti yang diamankan polisi, salah satunya diduga pisau jenis pisau dapur.

Pisau tersebut diduga digunakan pelaku untuk membunuh Ela. Pisau itu kini sedang diselidiki untuk mengetahui sidik jarik siapa yang memegang pisau tersebut kemudian apakah pisau tersebut berasal dari luar rumah atau justru ada di dalam rumah.

"‎Jenisnya pisau dapur, sekarang sedang divisum, benar enggak alat itu yang digunakan meski ada darah tapi tetap harus dicek lagi untuk memastikan sehingga pembuktiannya ilmiah. Kemudian untuk mengetahui dan memastikan pisau berasal dari luar rumah atau ada di dalam rumah," ujar Trunoyudo.

Di sisi lain, Sepupu Ela, Nendi (53) menjelaskan bahwa korban berstatus janda dan tinggal di rumah sendirian.

Ia menambahkan, Ela mempunyai seorang anak yang kini tinggal bersama mantan suami. Ela adalah anak ketiga dari lima bersaudara.

"Dia (Ela) tinggal sendiri, karena dia telah cerai dengan suaminya dan anaknya tinggal dengan mantan suaminya. Jika libur anaknya kadang dibawa ke rumah Ela oleh mantan suaminya," ujarnya di lokasi, Selasa (11/9/2018).

Ela baru pindah ke tempatnya di Pangragajian baru dua tahun yang sebelumnya tinggal di Cibodas, Lembang.

Nendi juga mengungkapkan, selama ini Ela tak pernah terdengar mempunyai masalah.

Hal itulah yang kemudian membuat pihak keluarga kaget.

"Jelas kami (keluarga) terkejut karena gak pernah mendengar ada masalah," ujarnya.

Di mata keluarga merupakan orang yang sangat baik namun tertutup.

LIKE FANSPAGE TRIBUN PONTIANAK INTERAKTIF

Editor: Rizky Zulham
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved