Citizen Reporter

BI dan Dompet Dhuafa Berikan Workshop Pengembangan Cabai di Sungai Kakap

Silky menekankan agar petani memiliki legalitas usaha yang sah agar dapat memudahkan permodalan usaha dan memiliki hak paten usaha.

BI dan Dompet Dhuafa Berikan Workshop Pengembangan Cabai di Sungai Kakap
ISTIMEWA
Suasana saat Bank Indonesia dan Dompet Dhuafa mengadakan workshop pengembangan produk cabai di Kecamatan Sungai Kakap pada hari rabu (12/09/2018) pukul 09.00 WIB pagi 

Citizen Reporter
Mahasiswa Kubu Raya, Cecep Sunarya 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Bank Indonesia (BI) dan Dompet Dhuafa mengadakan workshop pengembangan produk cabai di Kecamatan Sungai Kakap pada hari rabu (12/09/2018) pukul 09.00 WIB pagi. 

Kegiatan dimulai dengan sambutan panitia yang merupakan perwakilan dari petani cabai.

Penyampaian maksud dan tujuan workshop oleh pendamping program, penyampaian materi oleh perwakilan Dinas Koperasi Usaha Mikro Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kubu Raya, Silky Yessita, S.Hut.

Perlu diketahui, agenda ini bertujuan untuk menanggulangi terjadinya pemerosotan harga cabai dipasaran secara siginifikan yang membuat para petani resah. 

Selain itu, untuk menjaga stabilitas harga cabai ditingkat petani dengan melakukan pengolahan lebih lanjut untuk menambah nilai jual cabai dipasaran.  

Baca: Polsek Ngabang Cek Kesiapan Peralatan Damkar PT PAS

Petani juga dapat memiliki pilihan penjualan dengan menjual cabai segar secara langsung ketika harga cabai tinggi dan ketika harga cabai rendah petani dapat mengolah cabai dalam bentuk lain dengan melakukan pengolahan seperti pembuatan cabai bubuk, abon cabai, untuk meningkatkan nilai ekonomis sehingga petani tidak mengalami kerugian.

Kegiatan ini dihadiri 48 peserta yang terdiri petani cabai, aparat pemerintah dan dinas terkait dari Kabupaten Kubu Raya sebagai pemateri dalam agenda tersebut.

Menurut Silky Yessita S.Hut, tata cara pengolahan cabai dan peluang pasar cabai ketika dijadikan produk turunan yang membuat konsumen lebih tertarik untuk membelinya.

Menurutnya pula satu diantara  penyebab harga cabai rendah adalah petani tidak memperhatikan packaging sehingga cabai tidak dapat masuk dipasar swalayan dan supermarket.

Silky menekankan agar petani memiliki legalitas usaha yang sah agar dapat memudahkan permodalan usaha dan memiliki hak paten usaha. 

Baca: Tangkap Pencuri di Kantor Oppo Service, Ini Barang Bukti Yang Diamankan Polisi

Selain itu, sebagai pemateri ia juga sangat mendukung program yang dilakukan Bank Indonesia dan Dompet Dhuafa,  serta menyampaikan kesediaan selaku dinas untuk mensukseskan program ini.

Setelah penyampaian materi dilanjutkan dengan sesi Tanya jawab, petani sangat antusias dalam bertanya untuk mendiskusikan peluang usaha cabai, harapan mereka dengan adanya program ini petani cabai lebih sejahtera kedepannya dan mampu menjadi pelaku usaha cabai.

Satu diantara peserta, Mustakim pun menuturkan jika dirinya merasa terbantu dengan kegiatan dari BI dan Dompet Dhuafa.

“Dengan adanya kegiatan ini membuat saya lebih tertarik untuk mengolah cabai lebih lanjut  menjadi sebuah produk yang lebih menarik dan tahan lama karena melihat peluang pasar cukup menjanjikan dan dari pihak Bank Indonesia dan Dompet Dhuafa yang siap mendampingi kami," kata Mustakim.

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved