Alat Perekaman E-KTP 11 Kecamatan di Sintang Rusak, Petugas Harus Lakukan Hal Ini

Tiga yang bisa merekam itu Kecamatan Sintang, Dedai, dan Serawai. Kemudahan satu alat lagi di Dukcapil.

Alat Perekaman E-KTP 11 Kecamatan di Sintang Rusak, Petugas Harus Lakukan Hal Ini
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / WAHIDIN
Alat perekaman E-KTP yang berada di Kantor Disdukcapil Sintang 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Wahidin 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Rusaknya alat perekaman E-KTP (KTP Elektronik) di 11 kecamatan dari 14 kecamatan yang ada di Kabupaten Sintang membuat tugas perekaman Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) menjadi lebih berat. 

Kepala Disdukcapil Sintang, Syarif M Taufik mengatakan permasalahan ini perlu ada perhatian sehingga pihaknya perlu teknik dan strategi dalam mengatasinya. 

"Alat perekaman punya pusat ini, dari 14 masing-masing 14 kecamatan kita itu ada dua unit. Tapi kondisi sekarang 11 Kecamatan mengalami kerusakan sehingga tidak bisa melakukan perekaman," katanya, Rabu (12/9/2018) pagi. 

Baca: Sambut 74 Jemaah Haji, Yusniarsyah Berharap Jemaah jadi Panutan

Lanjutnya bahwa saat ini hanya ada empat alat perekaman yang bisa dipakai. Dari empat itu pun, ada alat di satu kecamatan yang kadang-kadang mengalami gangguan sehingga menghambat juga proses perekaman. 

"Tiga yang bisa merekam itu Kecamatan Sintang, Dedai, dan Serawai. Kemudahan satu alat lagi di Dukcapil. Serawai ini bisa melakukan perekaman, namun kadang-kadang juga ada gangguan," tambahnya. 

Mengatasi hal ini, pihaknya kemudian melakukan layanan jemput bola, terutama ke kecamatan-kecamatan yang peralatannya rusak. Kemudian juga melakukan koordinasi dengan Camat setempat. 

Untuk jemput bola ini pun, pihaknya harus membeli alat yang disetting sedemikian rupa agar dapat melakukan perekaman offline. Lalu data disalin ke kabupaten dan selanjutnya dikirim lewat server afis. 

Baca: Rupiah Melemah, Harga Emas Antam Naik Rp 5 Ribu per Gram

"Kita mengumpulkan kantong-kantong mana saja yang banyak belum melakukan perekaman. Prioritas kita kemarin jemput bola di Kecamatan Kayan Hulu, Serawai, dan Ambalau. Kemudian juga kita akan ke Ketungau Tengah," jelasnya. 

Meskipun demikian, Ia tetap mengapresiasi animo masyarakat yang sangat tinggi. Meskipun dengan segala keterbatasan, pihaknya sudah mampu memenuhi 94,68 persen dari cakupan wajib KTP sebanyak 286.000 jiwa. 

"Alhamdulillah layanan jemput bola kita ini sangat ditunggu masyarakat. Karena alat perekaman yang rusak ini kan masih milik pusat, belum diserahkan ke kita. Jadi kita tidak bisa menganggarkan untuk biaya pemeliharaan," pungkasnya.

Penulis: Wahidin
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved