Uskup Keuskupan Sanggau : Gereja Katedral Adalah Gereja Induk Dari Setiap Gereja di Keuskupan

Pantauan Tribun, saking penuhnya kursi yang ada didalam Gereja, baik dilantai dasar maupun balkon Gereja, sekeliling gereja dipadati umat

Uskup Keuskupan Sanggau : Gereja Katedral Adalah Gereja Induk Dari Setiap Gereja di Keuskupan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ HENDRI CHORNELIUS
Foto bersama Bupati Sanggau, dan Sekadau, para Uskup, Forkompinda dan undangan lainya di dalam Gereja Katedral Hati Kudus Yesus Sanggau, Selasa (11/9/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hendri Chornelius

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Belasan ribu umat katolik se-Keuskupan Sanggau mengikuti misa konsekrasi dan dedikasi Gereja Katedral Hati Kudus Yesus Sanggau, Selasa (11/9/2018). Misa dipimpin Uskup Agung Jakarta Mgr Ignatius Suharyo yang juga Ketua Konfrensi Wlai Gereja Indonesia (KWI).

Hadir juga Uskup se-Indonesia, Bupati Sanggau, Paolus Hadi, Wabup Sanggau, Yohanes Ontot, Bupati Sekadau Rupinus dan Wabup Sekadau Aloysius, Ketua DPRD Sanggau Jumadi dan Anggota DPRD Sanggau lainya, Ketua DPRD Sekadau, unsur Forkompinda Sanggau, Sekda Sanggau, AL Leysandri, Lintas Etnis di Sanggau, Lintas Organisasi di Sanggau dan undangan lainya.

Baca: Sekda Zakaria Sambut Kedatangan Jamaah Haji di Sekadau

Baca: Bupati Sekadau Rupinus Ikut Hadiri dan Resmikan Gereja Katedral Hati Kudus Yesus Sanggau

Pantauan Tribun, saking penuhnya kursi yang ada didalam Gereja, baik dilantai dasar maupun balkon Gereja, sekeliling gereja dipadati umat yang mengikuti misa. Tampak juga aparat keamanan dari TNI/Polri, organisasi lintas etnis dan yang lainya berjaga-jaga di sekitar Gereja Katedral Sanggau.

Dalam sambutanya, Uskup Keuskupan Sanggau, Mgr Yulius Menccucini CP mengucapkan syukur dan berterima kasih kepada allah yang maha kuasa karena telah memberi kepada kita suka cita untuk membangun kepadanya.

“Diantaranya rumah-rumah kita, sebuah tempat dimana dia terus membimbing dan menjaga umatnya yang sedang berjiarah di bumi dengan anugerahnya dan juga memberikan kepada kita tanda dan cara untuk kesatuan kita denganya, ” katanya.

Dengan upacara peresmian dan dedikasi, Gedung ini menjadi Gereja Katedral dengan pelindungnya Hati Kudus Yesus. Gereja Katedral adalah gereja induk dari setiap gereja di keuskupan.

“Gereja ini mengingatkan kita bahwa di dunia kita berjiarah dan gedung ini adalah tempat istimewa dimana datang untuk meyembah tuhan yang tinggal diantara kita. Dan untuk menikmati santapan roti dari surga, ” jelasnya.

Dikatakan Uskup, dalam gereja ini kita akan bersama-sama dengan Tuhan dan di gereja ini kita akan belajar untuk mengenal bahwa kita adalah saudara-saudari membangun hari demi hari dalam diri kita, kesucian dan kekudusan. “Sehingga menjadi batu-batu hidup dalam gereja. Penuh semangat dan berbuah iman, ” ujarnya.

Gedung Katedral kita, lanjutnya, merupakan suatu sintesis yang indah antara teknik, arsitektur, kebudayaan, seniman dan kehidupan yang terlambang dengan pohon yang hidup.
“Gedung katedral ini melambangkan gereja Inkulturatif. Nilai-nilai seni dan budaya yang terlambang oleh berbagai simbol, membuktikan bahwa gereja keuskupan Sanggau sudah mengakar dalam budaya dan tradisi setempat, ” tegasnya.

Impian umat dalam mendirikan Gereja Katedral ini, kata Uskup, mulai sejak 8 tahun yang lalu. Berkat kerjasama banyak pihak, arsitek, pemborong dan seniman yang terbuka mendengarkan saran dan masukan dari banyak orang.

“Terutama dukuangan finansial dari sumbangan wajib Rp 25 ribu dari setiap jiwa umat katolik se-Keuskupan Sanggau yang menghasilkan Rp 14 miliar, bantuan dari Pemprov Kalbar, Pemda Sanggau dan Pemda Sekadau sebanyak Rp 16 miliar, kemudian donatur lainya mencapai Rp 5 miliar, Sehingga Gereja yang agung, indah, arstiktik dan ilkulturatif ini dapat direalisasikan dengan biaya keseluruhanya Rp 35 miliar, ” tegasnya.

“Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah menyumbang bagi pembangunan gereja katedral ini dan berdoa kepada tuhan agar membalas kebaikan hati anda semua dengan kelimpahan rahmatnya, ” tambahnya.

Uskup menambahkan, kita tentunya sangat bangga akan keindahan dan kemegahan Gereja Katedral, tapi kita harus bangga dengan gereja didalam diri kita. karena itu, janganlah menghancurkanya dengan perbuatan dan pekerjaan yang tidak adil.

“Sebab, bait allah adalah kudus, dan bait allah itu adalah kita sendiri. Apabila kita masuk kedalam gereja tuhan datang dengan gembira kedalam hidup kita. Dan saya mengucapkan terima kasih kepada Ketua KWI yang telah berkenan memberkati dan mendedikasikan gereja Katedral ini, terima kasih kepada semua Uskup yang berkenan hadir dan para Pastor, Bruder dan Suster, ” pungkasnya. (hen).

Penulis: Hendri Chornelius
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved