Panik Teriakan Bom

Sidang Lanjutan Bom Joke, Penasehat Hukum Frantinus N Minta Hadirkan Pesawat Jadi Alat Bukti

Pesawat itu alat bukti menurut saya, dan itu harus di hadirkan, namun ini kita serahkan ini kepada majelis semua

Sidang Lanjutan Bom Joke, Penasehat Hukum Frantinus N Minta Hadirkan Pesawat Jadi Alat Bukti
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / FERRYANTO
Suasana Persidangan Bom Joke 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ferryanto

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Sidang Lanjutan Bom Joke didalam Pesawat Lion Air beberapa waktu lalu dengan terdakwa Frantinus Nirigi (FN) kembali di gelar dengan agenda Pemeriksaan Saksi, Senin (10/9/2018).

Pada persidangan ini, di pimpin oleh Hakim I komang dediek prayoga, SH, M.Hum, kemudian dampingi oleh Hakim Erli Yansah, SH, dan Hakim Arlyan, SH, MH.

Sementara itu, pada Jaksa Penuntut Umum terdapat Rezkinil Jusar SH, dan Ananto Tri Sudibyo, SH.

Terdapat sekitar 9 orang yang di hadirkan pada persidangan ini sebagai saksi dalam kasus Bom Joke di Pesawat Lion Air.

Baca: Dukung Komitmen Pemekaran Kapuas Raya Gubernur Kalbar, Pemkab Sintang Siapkan Lahan

Jaksa Penuntut umum ingin meminta agar saksi di periksa sekaligus, namun pihak penasehat Hukum Tergugat menghendaki saksi di periksa satu persatu.

Sidang yang di mulai sejak pukul 13.30 WIB ini pun berlangsung dengan cukup lama, hingga sekira pukul 21.30 WIB.

Ada yang menarik dalam persidangan Bom Joke pada kali ini.

Baca: Videonya Beredar Saat Sarapan Bersama Wanita, Seorang Pria Ditangkap

Pada persidangan kali ini pihak penasehat Hukum FN sempat meminta kepada majelis Hakim untuk menghadirkan pesawat sebagai alat bukti dalam persidangan.

"Pesawat juga kita mintakan sebagai alat bukti. Pesawat itu alat bukti menurut saya, dan itu harus di hadirkan, namun ini kita serahkan ini kepada majelis semua,"ungkap Andel SH, MH Penasehat Hukum FN.

Terkait permintaan pihak Penasehat Hukum terdakwa tersebut Rezkinil pun angkat bicara.

"Pesawat itu bukan alat bukti itu barang bukti, dan pasal ini bukan masalah pengrusakan nya namun ini terkait pemberian informasi palsu, sehingga membahayakan penerbangan,"ujarnya.

Pihaknya pun menyerahkan penilaian seluruhnya kepada Majelis Hakim.

Baca: Raggae Madness Hotel Orchardz Gajahmada Pontianak, Ada Kompetisi Minum Beer Gratis

Ia juga mengatakan bahwa sempat terjadi selisih paham antara dirinya dan pihak penasehat hukum.

"Ketika kami tadi ada sedikit berselisih paham, itu hal biasa dalam persidangan, namun dari Majelis Hakim pun menengahi, dan biarkan kami yang menilai kata Majelis Hakim,"ujar Rezkinil.

Penulis: Ferryanto
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved