Perayaan Tahun Baru Islam di Kota Pontianak Catat Sejarah Baru, Edi Kamtono Sampaikan Pesan Moral

Peserta langsung dilepaskan oleh Plt Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono di Depan Kantor Wali Kota Pontianak

Perayaan Tahun Baru Islam di Kota Pontianak Catat Sejarah Baru, Edi Kamtono Sampaikan Pesan Moral
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SYAHRONI
Plt Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono melepas peserta pawai taaruf menyambut tahun baru islam, 1440 Hijriah, Selasa (11/9/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pawai taaruf menyambut kedatangan tahun baru islam 1440 Hijriah di Kota Pontianak tahun ini mencatatkan sejarah baru.

Dimana lebih dari 20 ribu masyarakat yang terdiri dari pelajar, majelis taklim dan instansi pemerintah bersama-sama turun memeriahkannya.

Peserta langsung dilepaskan oleh Plt Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono di Depan Kantor Wali Kota Pontianak, Jalan Rahadi Oesman, Selasa (11/9/2018).

Baca: Sejumlah Kader Demokrat Dukung Jokowi-Maruf Amin, Ruhut Sitompul Angkat Bicara

"Alhamdulillah pawai taaruf kali ini sangat meriah dan pesertanya sangat luar biasa dari tahun-tahun sebelumnya," ucap Plt Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono.

Pergantian tahun baru islam ini harus dijadikan momentum hijrah untuk menjadi lebih baik dan berarti. Edi menambahkan momentum pergantian tahun baru islam yang selalu dimeriahkan dengan pawai taaruf di Kota Pontianak ini membuktikan bakti masyarakat setempat tehadap agamanya.

Lebih 20 ribu peserta pawai ini terdiri dari pejalan kaki dengan membawa berbagai atribut keagamaan, kendaraan hias dan ada juga drumband.

Peserta pawai dilepas secara bertahap oleh Edi Kamtono. Diawali pawai kendaraan hias, kemudian disusul peserta pawai jalan kaki.

Baca: Wisata Religi di Tahun Baru Islam, Masjid Kapal Semarang Tawarkan Kesan Uni dari Bentuknya

Pada kesempatan itu, Edi mengajak seluruh umat Islam untuk menjadi generasi dan jiwa-jiwa baru yang lebih baik dari sebelumnya dan tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

“Saya mengajak semua yang hadir untuk bisa memaknai kehidupan ini karena waktu tidak mungkin bisa diulang. Tidak mungkin yang lalu bisa kita ulang kembali, selain menjadi bahan kita untuk introspeksi diri kita ke depan menjadi lebih baik,” ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Syahroni
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved