Sudah Tercapai 65 Persen, BPN Sintang Targetkan PTSL dan Retribusi Tanah November Kelar

Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sintang, Junaedi menyampaikan bahwa untuk Program Pendaftaran Tanah Sistematis

Sudah Tercapai 65 Persen, BPN Sintang Targetkan PTSL dan Retribusi Tanah November Kelar
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/WAHIDIN
Pelayanan yang dilakukan oleh para pegawai BPN Sintang kepada masyarakat yang ingin membuat sertifikat tanah dan lainnya di Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Sintang, Senin (10/9/2018) pagi. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Wahidin

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sintang, Junaedi menyampaikan bahwa untuk Program Pendaftaran Tanah Sistematis (PTSL), Kabupaten Sintang telah berhasil mencapai target 65 persen terhitung sampai akhir Agustus 2018.

"Kita ditargetkan pengukuran 15.200 dan 13.650 bidang. Sementara yang sudah diselesaikan, sertifikat ada 8315 bidang kemudian untuk yang sudah mencapai ke penguman ada sekitar 1000 lebih. Berarti sudah sembilan ribuan selesai," katanya, Senin (10/9/2018) pagi.

Baca: Bawaslu Kayong Utara Temukan DPT Ganda

Sementara itu, untuk kegiatan redistribusi tanah, dikatakannya menyangkut lintas sektoral sehingga harus mendapat rekomendasi dari Bupati Sintang dan Kantor Wilayah BPN.

"Sertifikat redistribusi tanah ini baru selesai di 1426 persil dari 5250 persil yang ditargetkan. Kami akan terus memacu ini sampai dengan bulan November. Target akan kita selesaikan baik PTSL maupun redistribusi tanah," tambahnya.

Kemudian lanjutnya ada juga sertifikasi tanah transmigrasi. Kegiatan ini menyisir ke daerah transmigrasi yang sudah ada hak pengelolaan oleh Pemerintah Daerah.

Pihaknya menyisir desa-desa yang sudah bisa definitif, dimana dulu penempatan transmigrasi yang belum mendapatkan sertifikat.

"Tahun ini kita memperoleh target 1200. Sekarang semuanya sudah selesai, malah untuk tahun depan para pemohon akan bertambah sehingga target kita barangkali akan lebih besar lagi," tambah Junaedi.

Terkait sertifikasi tanah sendiri, Junaedi mengatakan bahwa kendala pokok yang sering kali dialami ialah NIK. Sebab NIK harus masuk di dalam sistem, jika tidak masuk dalam sistem maka tidak conect dengan data kependudukan di Dapartemen Dalam Negeri.

"Kemudian kalau teknis di lapangan sendiri, kendala kita adalah cuaca, karena kita memakai GPS. Kalau hujan, apalagi kalau hujan banjir memang itu yang menjadi kendala Kita di lapangan," jelasnya.

Selanjutnya kendala pokok lainnya adalah masyarakat tidak merintis tanahnya dan tidak membuat patok. Hal ini membuat pihaknnya harus menunggu.

"Namun tetap yang kita apresiasi memang antusias masyarakat sangat tinggi. Kita sudah menyisir di 70 desa dari 351 desa dan 14 kecamatan di Kabupaten Sintang kita sangat optimis bisa mencapai target, karena kita bekerja siang malam," pungkasnya.

Penulis: Wahidin
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved