Sidak Pertamina dan Dinas Perdagangan, Masih Temukan Pengusahan Gunakan Gas Elpiji Subsidi

Seharusnya tempat usaha tidak menggunakan tabung gas 3kg ini lantaran untuk masyarakat miskin.

Sidak Pertamina dan Dinas Perdagangan, Masih Temukan Pengusahan Gunakan Gas Elpiji Subsidi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SYAHRONI
Tabung Gas yang digunakan oleh pemilik usaha Bakso Merdeka. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pihak Pertamina dan Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Pedagangan Kota Pontianak melakukan sidak pada tempat usaha.

Maksud dan tujuan sidak ini adalah untuk memeriksa setiap tempat usaha yang masih menggunakan tabung gas elpiji 3 kilogram atau yang bersubsidi.

Seharusnya tempat usaha tidak menggunakan tabung gas 3kg ini lantaran untuk masyarakat miskin.

Semua tempat usaha yang dilakukan sidak masih kedapatan menggunakan tabung gas yang diperuntukkan untuk warga miskin ini.

Baca: Polda Kalbar Kerjasama dengan BNN Ungkap Kasus Narkoba Jaringan ‎Internasional

Sebut saja tempat usaha, Empek-empek Merdeka, Bakso Merdeka yang berada di Jalan Merdeka serta Rumah Makan Zam-Zam Jalan Alianyang masih menggunakan tabung gas 3 kg tersebut.

Pihak pengusaha mengaku belum mengetahui aturan terlait dilarangnya menggunakan Lpg 3kg ini. Bahkan mereka kaget ketika pihak Pertamina dan Diskumdag Pontianak menyambangi tempat usaha mereka.

Pemilik usaha Empek-empek Merdeka, William menuturkan jika ia belum pernah mendapatkan sosialisasi terkait larangan pemakaian Lpg 3kg ini. Namun ia tak merasa keberatan jika memang pemerintah melarang.

"Kita ada delapan tabungas 3 kg, kalau habis tukarkan kembali. Memang selama ini kita memakai dua jenis tabung ada yang 12 kg dan 3 kg," ucap William, Senin (10/9/2018/).

Baca: Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1440 Hijriyah Dalam Bahasa Indonesia dan Inggris

Ia menuturkan pihaknya mempunyai delapan tabung gas 3 Kg dan telah diminta pihak Pertamina langsung ditukarkan dengan tabung gas 5,5 kg atau yang tak bersubsidi.

Sementara pemilik usaha Bakso Merdeka, Merisa juga menyampaikan belum pernah mendapatkan sosialisasi terkait penggunaan tabung gas subsidi itu.

Ia mengaku selalu menggunakannya walaupun terkadang menggunakan tabung yang non subsidi. Saat dilakukan razia, para pedagang juga diminta menandatangi surat pernyataan untuk beralih ketabung non subsidi.

Sementara Pemilik Rumah Makan Zam-Zam, Agus Muslim juga mengaku tak mengetahui adanya aturan larangan tersebut meskipun ini sudah dari tahun lalu disosialisasikan dan diberitakan oleh pihak Pertamina dan Diskumdag Pontianak.

"Baru pertama kali datang dan mereka bilang kalau itu untuk rumah tangga bukan usaha. Kita menyambut baik, tidak ada sanksi yang diberikan," ucapnya.

Hanya saja mereka diberikan kesempatan seminggu untuk beralih dari tabung gas subsidi yang diperuntukkan untuk warga miskin dan beralih ke non subsidi.

Penulis: Syahroni
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved