Sebelum Menghilang, Guru Cantik Ini Sempat Berkenalan dengan Pria di Medsos

Kepergian Rahmawati membuat keluarga cemas. Pasalnya, perempuan itu pergi lalu hilang tanpa informasi jelas.

Tayang:
Editor: Jamadin
ISTIMEWA
Rahmawati Nur Aziz (23) bu guru SDN Kalipetung Kecamatan Wangon, Banyumas dilaporkan hilang secara misterius, Sabtu (1/9/2018). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, BANYUMAS - Seorang guru cantik asal Desa Cikakak Kecamatan Wangon, Banyumas, Jawa Tengah bernama Rahmawati Nur Aziz (23) hilang secara misterius sejak, Sabtu (1/9/2018).

Muncul dugaan, Guru SDN Kalipetung Kecamatan Wangon, Banyumas  Rahmawati menghilang bersama teman lelaki yang dikenalnya lewat Facebook, Bagus DA. Di Facebook, Bagus mengaku berprofesi sebagai dokter.

Baca: Keluarga Ikhlas Kepergian Paulus, Ini Penjelasan Abang Korban

Peristiwa hilangnya guru cantik guru PAI SD lulusan Fakultas Tarbiyah Intitut Agama Islam Negeri (IAIN) Purwokerto ini telah dilaporkan pihak keluarga dan sekolah ke Polsek Wangon.

Kepala Dinas Pendidikan Banyumas, Purwadi Santosa mengaku memperoleh laporan terkait hilangnya gadis tersebut dari UPK Wangon.

Dari informasi yang beredar, sebelum dinyatakan hilang, Rahmawati sempat meminta izin kepada kepala sekolah untuk kepentingan keluarga ke Purwokerto.

Kepergian Rahmawati membuat keluarga cemas. Pasalnya, perempuan itu pergi lalu hilang tanpa informasi jelas.

Ibunda Rahmawati sempat mendatangi rumah temannya, guru SD Negeri Kalipetung untuk mencari informasi terkait keberadaan anaknya. Karena tak kunjung pulang, keluarga melaporkannya ke Polsek Wangon.

“Kepala UPK, kepala sekolah dan guru guru SDN Kalipetung berkunjung ke rumah korban,” kata Purwadi

Yang dikhawatirkan, Rahmawati dipengaruhi teman facebooknya Bagus menggunakan cara tak wajar (hipnotis).

Baca: Tahun Baru Islam 1440, Keutamaan dan Amalan Bulan Muharram yang Dianjurkan Rasulullah

Sebab, sebelum hilang, Rahmawati sempat mentransfer uang sekitar Rp 7 juta kepada Bagus. Pria itu disebut pernah bertandang ke rumah Rahmawati dan bertemu dengan ibunya.

Purwadi belum bisa memastikan apakah uang yang ditransfer Rahmawati berasal dari uang pribadi atau uang sekolah yang dia pegang.

Sebab guru itu bukan bendahara sekokah, melainkan hanya membantu tugas bendahara sekolah. “Belum ada laporan soal itu," katanya.

Purwadi berharap Rahmawati segera pulang atau ditemukan dalam kondisi selamat. Terlebih kepergiannya secara misterius ini menimbulkan kesedihan keluarga.

Ia pun berharap peristiwa ini menjadi pelajaran beharga bagi masyarakat, agar bijaksana menggunakan media sosial. Masyarakat diimbau meminta tak mudah percaya kepada orang yang baru dikenal, terlebih melalui dunia maya.

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved