Raih Cumlaude di Stikes Yarsi Pontianak, Suci Buktikan Prestasi Akademik dan Non Akademik

Saya cukup banyak kegiatan di luar. Jadi, tidak sepenuhnya hanya untuk belajar sa

ISTIMEWA
Peraih Cumlaude Stikes Yarsi Pontianak, Suciarti Nurwijayanti. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ishak

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Suciarti Nurwijayanti menjadi satu-satunya wisudawati angkatan VI Stikes Yarsi Pontianak yang berhasil meraih predikat cumlaude.

Dengan Indeks Prestasi Komulatif (IPK) 3,52, ia dara berparas cantik ini buktikan bahwa prestasi akademik dan non akademik bisa disandingkan.

"Saya cukup banyak kegiatan di luar. Jadi, tidak sepenuhnya hanya untuk belajar saja," ujarnya, saat ditemui, Senin (10/09/2018).

Baca: Wabup Aloysius Sambut Kedatangan Jamaah Haji di Batam

Baca: Herman Hofi: Manajemen Pertamina Dalam Penyaluran Gas LPG Subsidi Amburadul

Prestasinya meraih gelar cumlaude sendiri menurutnya bak 'bonus' atas keseriusannya dalam proses belajar mengajar di kampus. Sejalan dengan keyakinannya, bahwa setiap usaha terbaik akan membawa hasil terbaik pula.

Ia sendiri mengaku memang tak menghabiskan sepenuhnya waktu yang dipunya hanya untuk mempelajari semua materi-materi perkuliahan. Namun, ia lebih memilih aktif di berbagai kegiatan.

Dunia modelling, dan banyak kegiatan sosial lain, jadi beberapa kegiatan yang sangat intens diikutinya. Dengan aktivitas itu, dirinya berhasil meraih prestasi non akademik.

Sebut saja misalnya keberhasilannya menjadi Duta HIV AIDS Provinsi Kalbar pada 2014. Lalu pada 2015, tiga gelar sekaligus berhasil diraihnya.

Ketiganya yakni Bujang Dare Pontianak 2015, Duta Lingkungan Hidup 2015, dan Duta Yamaha 2015. Sebuah pencapaian yang tentunya teramat istimewa dalam hitungan satu tahun berjalan.

Lantas apa kunci suksesnya?. Manajemen waktu, menurutnya, jadi kunci utama yang sangat penting dan berkontribusi besar atas kesuksesannya.

Baca: Sutarmidji Minta Pengesahan APBD Perubahan Tahun 2018 Ditunda, Ini Alasannya

"Kuncinya adalah bagaimana memanage waktu yang ada. Agar tuntutan di akademik dan non akademik bisa diseimbangkan," sambungnya.

Selain itu, ia juga lebih memilih mengoptimalkan fungsi gadget dalam membantu proses belajar. Sehingga gadget tak hanya jadi sarana interaksi  media sosial, sebagaimana yang umumnya ada orang banyak orang.

Iapun lantas maknai gelar cumlaude dan berbagai deretan prestasi non akademik itu sebagai alarm. Bahwa ada kelebihan yang dititipkan Tuhan, sehingga menjadi sesuatu yang harus dibagikan untuk kebaikan banyak orang.

"Tentu sangat senang dan bangga sekali. Apalagi saya menjadi satu-satunya peraih cumlaude di angkatan saya," pungkasnya.

Penulis: Ishak
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved