Haul Akbar Sultan Syarif Abdurrahman

Isi Tausiyah di Haul Akbar Pendiri Kota Pontianak, Ustaz Abdul Somad Puji Gubernur Sutarmidji

UAS meminta seluruh pemimpin di Indonesia meniru Sutarmidji yang mau berjanji dan berharap benar-benar menepati janjinya

Isi Tausiyah di Haul Akbar Pendiri Kota Pontianak, Ustaz Abdul Somad Puji Gubernur Sutarmidji
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ SYAHRONI
Suasana jemaah menunggu tausiyah Ustaz Abdul Somad di depan Istana Kadriah Pontianak, Senin (10/9/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Hujan deras yang mengguyur Pontianak tak menyurutkan niat dan langkah ribuan umat muslim Pontianak dan sekitarnya untuk menghadiri tausiyah Ulama Kondang, Ustaz Abdul Somad pada gelaran Haul Pendiri Kota Pontianak, Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie di Istana Kadriah, Senin (10/9/2018) malam.

Dalam ceramahnya, UAS sapaan akrabnya ini juga mengampaikan pujian pada Gubernur Kalbar, Sutarmidji yang disebutnya satu-satunya pemimpin di Indonesia yang berjanji dihadapan ribuan masyarakatnya untuk tidak menyimpangkan anggaran sekecil apapun.

Baca: Ustadz Abdul Somad Disambut Meriah di Pontianak, 4 Orang Ini Sempat Menghinanya di Media Sosial

Baca: LIVE STREAMING Ustadz Abdul Somad di Haul Akbar Sultan Pontianak Ke-217 Tahun

"Pak Gubernur (Sutarmidji) ini sangat luar biasa dan ini baru saya temukan satu-satunya di Indonesia yang mengucapkan janji dihadapan masyarakat untuk tidak menyimpangkan anggaran," ucap UAS disambut tepuk tangan para jemaah yang hadir.

UAS meminta seluruh pemimpin di Indonesia meniru Sutarmidji yang mau berjanji dan berharap benar-benar menepati janjinya.

Ceramah UAS seperti biasanya diselingi canda tawa lantaran ia mampu membuat sentilan-sentilan lembut dalam isi ceramahnya, bahkan ia sebutkan ketika berada di Pontianak masih serasa berada di Riau lantaran sama-sama menggunakan bahasa melayu.

Melayu disebutnya adalah islam dan melayu tanpa islam adalah layu. Ia hadir dibumi betuah yang didirikan oleh Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie dan ia sebutkan ada beberapa yang patut dicontoh dan disimpulkan terhadap seorang sultan yang telah membangun peradaban.

Pertama adalah Sultan itu berkuasa karena dengan kuasanya mampu membangun dan mengendalikan masyarakatnya dan ia meminta masyarakat saat ini juga harus memilih pemimpin yang taat beragama karena dengan kekuasaan dapat melakukan perubahan.

UAS juga sebutkan nilai yang dapat diambil adalah, Sultan terdahulu kaya. Maka dengan kekayaan mampu membangun istana dan ia contohkan juga Nabi Muhammad ketika melamar Siti Khadhizah juga merupakan pemuda kaya yang bisa mengantarkan emas kawin 30 ekor unta. Maka saat ini mari umat islam bangkitkan ekonomi umat.

Selanjutnya Sultan terdahulu adalah orang yang taat beragama dan lambang kesultanan selalu bulan sabit dan bintang.

Kemudian pada haul ini, UAS juga memaparkan jika Sultan selalu ingat mati dan setelah kematian ia meninggalkan hal yang baik dan inilah dikenang oleh masyarakatnya walaupun sudah ratusan tahun meninggal tapi tetap selalu dikenang.

Penulis: Syahroni
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved