Donor Darah Gratis, Ambil Harus Bayar, Ini Penjelasannya

Sebenarnya jika dinilai, darah itu pasti tidak ternilai harganya, sangat mahal terutama justru karena sifatnya sukarela.

Donor Darah Gratis, Ambil Harus Bayar, Ini Penjelasannya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MASKARTINI
Kepala Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), Moch Riezky F Purnomo saat mendonorkan darah di PMI Kota Pontianak, Rabu (15/8/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Bella

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Hallo Bun, kemarin saya ambil darah di PMI bayar 360, mau tanya nih bukannya kalau donor darah itu gratis ya? Tapi kok kalau mau ambil darah di PMI harus bayar? Mohon penjelasannya Bun, terima kasih.
08960074xxxx

Terima kasih juga sudah bertanya, memang benar kegiatan donor darah itu bersifat sukarela dan gratis, benar juga bahwa untuk memperoleh satu kantong darah dikenakan biaya sebesar Rp 360 ribu.

Baca: Hadiri Ceramah Ustadz Abdul Somad, Postingan Wagub Kalbar Ria Norsan Jadi Sorotan

Sebenarnya jika dinilai, darah itu pasti tidak ternilai harganya, sangat mahal terutama justru karena sifatnya sukarela.

Namun ada beberapa hal yang membutuhkan biaya, terutama untuk pengelolaan.

Unit Tranfusi Darah (UTD) PMI bukan lembaga milik pemerintah, sementara untuk melakukan screaning terhadap darah supaya diketahui apakah darah mengandung infeksi atau penyakit, itu butuh biaya.

Belum lagi menyangkut kebutuhan kantong darah dan alat-alat untuk menjaga kualitas darah, semuanya butuh biaya yang tidak murah.

Selain itu, Sumber Daya Manusia di UTD PMI bukan pegawai Negeri, sehingga dibutuhkan juga biaya akomodasi bagi mereka.

Ada lagi biaya operasional seperti air, kebersihan, mobil dan seterusny.

Namun besaran biaya Rp 360 ribu tersebut ditetapkan berdasarkan Perda Gubernur dan Walikota Pontianak.

Sidiq Handanu
Kepala Dinas Kesehatan Pontianak / Ketua UTD PMI Pontianak

Penulis: Rizki Fadriani
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved