BPN Sintang Prioritas Sertifikasi Tanah di Wilayah Perbatasan, Ini Alasannya

Dia menambahkan bahwa saat ini pihaknya sudah menyisir 70 desa, terutama di daerah Ketungau Hulu, Ketungau Tengah

BPN Sintang Prioritas Sertifikasi Tanah di Wilayah Perbatasan, Ini Alasannya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / WAHIDIN
Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sintang, Junaedi 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Wahidin 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG- Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Sintang di tahun 2018 menargetkan 22000 sertifikasi tanah untuk seluruh kegiatan, mulai dari PTSL, Retribusi Tanah, Sertifikasi Tanah Transmigrasi, dan Iventarisasi Penguasaan, Pemilikan, Penggunaan dan Pemanfaatan Tanah (IP4T). 

Kepala BPN Sintang Junaedi memastikan pihaknya tidak main-main untuk bekerja dalam menyelesaikan target tersebut. Prioritas utama saat ini adalah wilayah di daerah perbatasan. 

"Saat ini target kita prioritaskan ke daerah atau desa-desa di perbatasan dulu, baik itu perbatasan antar Kabupaten maupun perbatasan dengan negara tetangga Serawak, Malaysia," jelasnya, Senin (10/9/2018) pagi. 

Baca: Pidato Pertama, Gubernur Sutarmidji Tegaskan Fokus Percepatan Pembangunan Infrastruktur  

Dia menambahkan bahwa saat ini pihaknya sudah menyisir 70 desa, terutama di daerah Ketungau Hulu, Ketungau Tengah yang berbatasan dengan Malaysia dan Serawai yang berbatasan dengan Kabupaten Melawi. 

"Agar lebih memudahkan kerja kita ke depannya, sehingga kita tidak terlalu jauh lagi. Apalagi kalau kita dapat target 30 ribuan nantinya, saya sudah tidak bisa berpikir lagi bagaimana caranya supaya bisa cepat karena kita masih terkendala dengan cuaca dan masyarakat yang kita harap mengumpulkan data yuridis," pungkasnya. 

Penulis: Wahidin
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved