Berita Video

Jadi Saksi di KPK Sukiman Akhirnya Buka Suara, Simak Videonya

Anggota DPR RI dari Partai Amanat Nasional (PAN) Sukiman akhirnya buka suara terkait dengan status saksi yang kemudian diperiksa KPK

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Anggota DPR RI dari Partai Amanat Nasional (PAN) Sukiman akhirnya buka suara terkait dengan status saksi yang kemudian diperiksa KPK.

"Ketika dilakukan penggeladahan berkaitan proposal daerah bagi saya ya memang kewajiban kita untuk menyampaikan, yang tidak boleh itu jika kita mengambil secara financial. Selama kita berjuang untuk daerah clear Insyallah tidak ada masalah," kata Sukiman, Jumat (07/09/2018) ditemui usai Sertijab Gubernur dan Wakil Gubernur Kalbar di Balai Petitih Pontianak.

Ia pun mengatakan telah memberikan keterangan kepada KPK pada Agustus yang lalu.

Baca: Ada Potensi Data Pemilih Ganda, Angka DPT Mempawah Turun dan Pleno Ulang

"Sudah, kita datang dan pada 21 Agustus kemarin sudah datang, kita sudah jelas, saya pikir KPK dan penyidiknya lebih profesional," ujarnya.

Sukiman juga membantah keterlibatannya terkait kasus dugaan suap usulan dana perimbangan daerah dalam RAPBN-P 2018.

"Secara otomatis ya (membantah terlibat, red), kan daerah Sumedang, dengan daerah kita semua taulah, orang saja yang membesar-besarkan itu, teman-teman saja memberitakan, saya ikhlas sebagai sebuah penghapusan dosa kalau kita berdosa kan begitu," katanya.

Seperti diketahui, dan diberitakan sebelumnya, KPK melakukan pemanggilan pada Sukiman sebagai saksi dalam kasus dugaan suap usulan dana perimbangan daerah dalam RAPBN-P 2018.

KPK sebelumnya melakukan penggeledahan di rumah dinas Sukiman di Kalibata, Jakarta Selatan, apartemen tenaga ahli fraksi PAN, Suherlan, dan rumah pengurus PPP, Puji Suhartono. 

Dari penggeledahan itu, KPK menyita mobil Toyota Camry, duit Rp 1,4 miliar, hingga proposal usulan anggaran dari sejumlah daerah.

Baca: Joko Agus Setyono Jabat Kepala BPK Kalbar

KPK pun sudah memeriksa Tenaga Ahli F-PAN DPR, Suherlan. Pemeriksaan dilakukan untuk menelusuri soal proposal usulan anggaran dari sejumlah pemerintah daerah yang disita KPK.

Puji Suhartono yang menjabat sebagai Wabendum PPP juga sudah diperiksa. KPK memeriksa Puji terkait duit senilai Rp 1,4 miliar dalam pecahan dolar Singapura yang disita saat penggeledahan.

KPK menetapkan 4 tersangka, yaitu anggota Komisi XI DPR Amin Santono, Eka Kamaluddin (perantara), dan Yaya Purnomo (eks pejabat Kemenkeu) dan seorang kontraktor Ahmad Ghiast. Sumber dana untuk suap itu disebut berasal dari para kontraktor di Sumedang. 

Ahmad diduga sebagai koordinator sekaligus pengepul dana dari para kontraktor itu. Uang itu kemudian diduga diberikan sebagai suap kepada Amin. 

KPK turut menyita sejumlah aset saat melakukan operasi tangkap tangan. Aset tersebut antara lain emas seberat 1,9 kg hingga duit Rp 1,8 miliar, SGD 63 ribu, dan USD 12.500 dari apartemen Yaya. Mobil Rubicon milik Yaya juga disita KPK. 

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved