Kurs Rupiah Melemah Berpotensi Mengerek Harga Sejumlah Barang, Arief: Jokowi Jangan Sombonglah

Perkiraan barang-barang yang akan mengalami kenaikan harga di semester 2 karena bahan bakunya masih diimpor, antara lain:

Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Petugas teller melayani penukaran mata uang dolar AS dengan rupiah di Bank Mutiara, Jalan Ir H Djuanda, Kota Bandung 

TRIBUNPONTIANAK.co.id/Marlen Sitinjak

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika hampir menyentuh angka Rp15 ribu, Selasa (4/9/2018) kemarin.

Melihat hal ini, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono meminta Presiden Joko Widodo tidak perlu lagi membanggakan pembangunan infrastruktur pada masa pemerintahannya.

"Jokowi jangan sombonglah. Jokowi jangan jemawa bilang infrastruktur, pembangunan naik, tapi kan dibangun dari utang. Sekarang dollar naik, itu lho yang harus benar-benar diperhatikan," kata Arief dikutip dari CNNIndonesia.com.

Baca: TERPOPULER - Dari Hilda Vitria di Klub Malam Hingga Kabar Tak Sedap Dari Ustadz Abdul Somad

Baca: MotoGP San Marino 2018 Kesempatan Marquez Tinggalkan Valentino Rossi di Klasemen

Arief mengklaim pendanaan pembangunan infrastruktur berasal dari utang yang kini nilainya akan semakin tinggi.

Hal itu sebagai imbas dari kenaikan nilai tukar dollar terhadap rupiah.

Salah satu contohnya kata Arief ketika Jokowi membanggakan gelaran Asian Games 2018.

Jokowi, kata Arief, memamerkan keuntungan Rp 45 triliun dari ajang Asian Games, dengan modal pembangunan Rp 35 triliun.

"Tapi LRT itu kan dibuat dari utang, belum dibayar, untungnya dari mana? Hitung-hitungan ekonomi enggak begitu, salah dia," katanya.

Naiknya nilai tukar dollar Amerika Serikat terhadap rupiah menurut Arief akan berimbas pada kesejahteraan rakyat.

Halaman
1234
Penulis: Marlen Sitinjak
Editor: Marlen Sitinjak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved