Lebih Dari 50 Atlet Peraih Medali Asian Games Daftar Jadi PNS

Tidak terlepas dari janji pemerintah yang akan memberikan salah satu bonus tersebut atas prestasi atlet-atlet Indonesia di Asian Games 2018

Lebih Dari 50 Atlet Peraih Medali Asian Games Daftar Jadi PNS
FERNANDO RANDY/TABLOID BOLA
Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, berpose dengan medali emas kategori perorangan Asian Games 2018 di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (28/8/2018). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID -  Chef de Mission (CDM) Asian Games 2018, Syafruddin, mengatakan sudah ada 50 atlet lebih yang berhasil meraih medali mendaftar untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Sejauh ini, sudah 50 Atlet Lebih Peraih Medali Ingin Jadi PNS.

Baca: Lima Atlet Paling Mencuri Perhatian Di Asian Games 2018 Versi Media Malaysia, Ada Dari Indonesia!

Baca: Samuel Eko Fokus Jalani TC Timnas

Dalam konferensi pers pasca Asian Games 2018 yang berlangsung di Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Senin (3/9/2018), Syafruddin, mengatakan saat ini pemerintah sudah mulai mendata atlet peraih medali yang ingin menjadi PNS.

Hal itu, tidak terlepas dari janji pemerintah yang akan memberikan salah satu bonus tersebut atas prestasi atlet-atlet Indonesia di Asian Games 2018 tanpa melewati tes menjadi PNS.

"Soal PNS, sudah didata oleh staf Kemenpan RB dan cabang-cabang olahraga. Telah ada 50 lebih dan sedang ditampung Sesmenpan (Sekretaris Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi)," kata Syafruddin dalam konferensi pers

Syafruddin yang menjabat sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), juga mengatakan proses pendataan atlet yang ingin menjadi PNS akan tuntas dalam tiga hari ke depan.

Sebelumnya, Syafruddin, juga mengatakan setiap atlet yang berhasil memenangi medali Asian Games 2018 akan mendapat kemudahan jika ingin menjadi anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) atau Polisi Republik Indonesia (Polri).

"Ada karpet merah bagi atlet yang ingin masuk TNI dan Polri. Kami sudah koordinasi dengan Panglima TNI dan Kapolri. Mereka setuju terkait hal ini," ujar Syafruddin.

"Kesehatan dan fisik merupakan standar utama untuk bisa menjadi TNI dan Polri. Intelektual tidak terlalu penting. Atlet tentu tidak akan ada masalah dengan kesehatan dan fisik," ucapnya.

Editor: Dhita Mutiasari
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved