Hadiri Sosialisasi Percepat Register Kapal Perikanan di Ketapang, Ini Pesan Kepala DKPP

Khususnya dalam rangka pemberdayaan nelayan dan percepatan registrasi kapal perikanan di Ketapang

Hadiri Sosialisasi Percepat Register Kapal Perikanan di Ketapang, Ini Pesan Kepala DKPP
ISTIMEWA
DKPP Ketapang dan instansi terkait lainnya sedang melakukan sosialisasi dan percepatan registrasi kapal perikanan se Ketapang di Kantor Kementrian Perhubungan Derektorat Perhubungan Laut Kendawangan, Selasa (4/9).  

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Subandi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG – Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Ketapang, Agus Hendri membuka sosialisasi percepatan registrasi kapal perikanan se Ketapang di Kantor Kementerian Perhubungan Derektorat Perhubungan Laut Kendawangan, Selasa (4/9). 

"Kegiatan ini merupakan sinegritas antara DKPP Ketapang dan pihak terkait lainnya. Khususnya dalam rangka pemberdayaan nelayan dan percepatan registrasi kapal perikanan di Ketapang," kata Agus saat menyampaikan kata sambutan pada pembukaan acara tersebut.

Sinergitas itu dapat dilihat juga pada peserta yang menghadiri kegiatan tersebut. Di antaranya Pol Air Polres Ketapan, Angkatan Laut (AL), Koramil Kendawangan. Serta Syhabandar Kendawangan, beberapa kepala, para nelayan dan lain-lain.

Baca: Jelang Rapat Persiapan Pengadaan CPNS, Gubernur Kaltara Optimistis Dapat Formasi

Terkait percepatan egister kapal perikanan di Ketapang tersebut. Kepala Bidang Tangkap DKPP Ketapang, Andi Manalu mengungkapkan. Bahwa berdasarkan hasil regiater pihaknya bersama Syahbandar Ketapang. Menurutnya hingga saat ini sudah ada 659 kapal nelayan di Ketapang sudah teregister. 

Menurutnya hasil register tersebut memang sudah melebihi target pihaknya pada 2018 yakni hanya 600 kapal. Khusus di Kecamatan Kendawangan nalayan yang sudah meregisterkan kapalnya yakni di Sungai Tengat ada 52. Kemudian di Pulau Cempedak ada 64, Kendawangan Kanan ada 44, Mekar Utama ada 1 dan Kendawangan Kiri ada 11.

Baca: 1.650 Orang Ikuti Senam Gemu Pamire di Ketapang

Ia menegaskan bagi nelayan yang belum maka harus segera meregisterkan kapalnya. Lantaran tujuan meregistrasikan kapal ini sebagai pengganti izin nalayan untuk melakukan penangkapan ikan.

Serta sebagai syarat utama ketika nelayan hendak mengajukan bantuan kepada Pemerintah. 

Terlebih bantaun saat ini rata-rata bersumber dari Kementerian atau Pemerintah Pusat.

"Jadi ketika nelayan ingin mengajukan bantuan perlengkapan kapal seperti pukat dan mesin. Maka nelayan itu harus ada bukti kepemilikan kapalnya dan harus sudah teregistrasi di dinas terkait," tegasnya.

Penulis: Subandi
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved