Aksi Pesawat Tempur Hawk Pada Pemecahan Rekor Muri Tari Gemu Famire Pukau Pengunjung

Manuver dan atraksi-atraksi yang mengagumkan ditunjukkan oleh para penerbang penjaga langit Bumi Khatulistiwa tersebut.

Penulis: Try Juliansyah | Editor: Dhita Mutiasari
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ TRY JULIANSYAH
Guna memecahkan Rekor Muri Tari Gemu Fa Mi Re yang dilalukan jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Kota Pontianak, dimeriahkan dengan flypass pesawat tempur Hawk 100/200, selasa (4/9/2018) 

Laporan Wartawan Tribunpontianak , Try Juliansyah

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Guna memecahkan Rekor Muri Tari Gemu Fa Mi Re yang dilalukan jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Kota Pontianak, dimeriahkan dengan flypass pesawat tempur Hawk 100/200. Flypass tersebut berlangsung tepat di atas Main Apron Lanud Supadio, Selasa (4/9/2018)

"Kita turut menyemarakkan kegiatan ini, kita bangga dengan antusiasme seluruh komponen masyarakat Kalbar, terutama jajaran TNI, baik Matra Darat, Laut, dan Udara di Kalbar," ujar Danskadron 1 Letkol Pnb Supriyanto.

Baca: Pecahkan Rekor Muri Senam Maumere Sebanyak 2 Ribu Peserta, Polres Singkawang Ikut Serta

Baca: Korem 121/Abw Gelar Tari Gemu Famire, 800 Peserta Antusias Ikut Pecahkan Rekor Muri

Pada kegiatan tersebut satu flight pesawat kebanggaan Skadron Udara (Skadud) 1 Elang Khatulistiwa Lanud Supadio tersebut, diawaki oleh tiga penerbang terbaiknya, yang dipimpin langsung oleh Komandan Skadron 1, Letkol Pnb Supriyanto.

Manuver dan atraksi-atraksi yang mengagumkan ditunjukkan oleh para penerbang penjaga langit Bumi Khatulistiwa tersebut.

"Penampilan ini dilakukan untuk menunjukkan bahwa penerbang-penerbang Skadron 1 selalu siap siaga setiap waktu. Sehingga, diharapkan masyarakat Kalbar tetap tenang dan bisa tidur nyenyak," ungkapnya.

Selain Flypass atau terbang rendah tersebut, satu flight pesawat tempur tersebut juga menunjukkan kebolehannya dengan terbang formasi. Ada empat formasi yang dilakukan oleh tiga pesawat tersebut diantaranya terbang V formation, Left Eselon, Individual Attack, dan Bomb Burst.

"Terbang formasi tersebut selalu kita latih dalam sepekan, empat harinya para penerbang Skadron 1 terbang untuk berlatih. Sehingga, kami semakin profesional dengan menjunjung motto zero excident," tuturnya.

Penerbang yang mendapat call sign "Beaver" ini menjelaskan, Skadron 1 dengan pesawat hawk 100/200 merupakan satu diantara alutsista pertahanan udara utama Lanud Supadio. Bersama para penerbang yang sudah terlatih, Skadron 1 telah menunjukkan eksistensinya.

"Selain latihan rutin di Kalbar, para penerbang Skadron 1 juga turut menyukseskan berbagai latihan dan misi di seluruh Indonesia," tuturnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved