224 Atlet Pelajar Ikuti O2SN SMA Tingkat Kalbar Tahun 2018

Hanya Kabupaten Melawi yang absen lantaran sebelumnya juga tidak menyelenggarakan O2SN SMA di tingkat kabupaten.

224 Atlet Pelajar Ikuti O2SN SMA Tingkat Kalbar Tahun 2018
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ RIZKY PRABOWO RAHINO
Kabid PSMA dan Pendidikan Khusus Disdikbud Kalbar, Judan mengalungkan ID Card kepada perwakilan atlet pria dan wanita saat acara seremonial pembukaan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Sekolah Menengah Atas Tingkat Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2018 di Hotel Kapuas Dharma 2 Pontianak, Senin (3/9/2018) sore. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – 224 orang atlet pelajar mengikuti acara seremonial pembukaan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Sekolah Menengah Atas Tingkat Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2018 di Hotel Kapuas Dharma 2 Pontianak, Senin (3/9/2018) sore.

Pada O2SN SMA Tingkat Provinsi Kalbar Tahun 2018, setidaknya 13 dari 14 kabupaten/kota se-Kalbar turun dalam kompetisi olahraga pelajar yang berlangsung pada rentang 3-5 September 2018.

Baca: Dinas Pendidikan Kota Pontianak Sambut Baik Kejuaraan Bola Voli Tingkat SMP se Kalbar

Baca: Lima Atlet Paling Mencuri Perhatian Di Asian Games 2018 Versi Media Malaysia, Ada Dari Indonesia!

Hanya Kabupaten Melawi yang absen lantaran sebelumnya juga tidak menyelenggarakan O2SN SMA di tingkat kabupaten.

Pembukaan O2SN diawali parade kontingen dari 13 kabupaten/kota. Kompetisi resmi bergulir usai penabuhan genderang dan pengalungan ID Card kepada perwakilan atlet pria dan wanita oleh Kepala Bidang Pengembangan Sekolah Menengah Atas (PSMA) dan Pendidikan Khusus Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Barat Judan SPd MPd.

Kabid PSMA dan Pendidikan Khusus Disdikbud Kalbar, Judan menegaskan bahwa dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2003 tentang Keolahragaan Nasional menyebutkan bahwa tujuan keolahragaan nasional adalah memelihara dan meningkatkan kesehatan dan kebugaran, prestasi, kualitas manusia, menanamkan nilai moral dan akhlak mulia, sportifitas, disiplin, mempererat dan membina persatuan dan kesatuan bangsa.

“Memperkukuh ketahanan nasional serta mengangkat harkat, martabat dan kehormatan bangsa,” ungkapnya saat sambutan. 

Pembinaan bidang olahraga bagi siswa, kata Judan, dilakukan melalui pendidikan formal mulai Taman Kanak-kanak (TK) sampai perguruan tinggi. Pembinaan tersebut dilaksanakan melalui mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan dan kegiatan ekstrakulikuler.

 “Melalui Pendidikan Jasmani, Olahraga, Kesehatan dan Kegiatan ekstrakurikuler diharapkan dapat memberikan pemahaman wawasan pengetahuan keolahragaan, memiliki kemampuan berolahraga dan meningkatkan derajat kesehatan,” katanya.

 Untuk memberikan motivasi dan menyalurkan bakat dan minat siswa terhadap keolahragaan di sekolah, Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas telah memprogramkan kompetisi beberapa cabang olahraga.

 “Pada tahun 2006, kompetisi olahraga pelajara tersebut diberi nama Pekan Olahraga pelajar SMA (POPSMA). Sejak tahun 2008 hingga sekarang, kegiatan itu dinamakan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN),” terangnya.

 Kegiatan Iomba ini dapat diikuti oleh siswa setelah mengikuti seleksi pada tingkat Sekolah, Kabupaten/Kota, provinsi dan dilanjutkan ke tingkat Nasional.

 “O2SN bertujuan menyeleksi siswa-siswi terbaik dari setiap kabupaten/kota untuk mewakili provinsi Kalimantan Barat mengikuti O2SN SMA ke tingkat nasional,” pungkasnya. 

Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved