Karyawan PT CPO 3 Bulan Tidak Gajian, Ini Yang Dilakukan Serikat Buruh

Karyawan PT Charindo Palma Oetama (CPO) yang berada di Desa Semuntik, Kecamatan Air Besar

Karyawan PT CPO 3 Bulan Tidak Gajian, Ini Yang Dilakukan Serikat Buruh
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ALFON PARDOSI
Ketua PK FSB KSBSI PT CPO Hermanto saat memediasi antara managemen PT CPO dan pekerja yang sudah tiga bulan tidak terima gaji di Balai Pertemuan Desa Semuntik, Kecamatan Air Besar pada Senin (3/9/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Alfon Pardosi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Karyawan PT Charindo Palma Oetama (CPO) yang berada di Desa Semuntik, Kecamatan Air Besar, sudah tiga bulan ini tidak menerima upah dari pihak managemen perusahaan tempat mereka bekerja.

Setidaknya ada 503 pekerja PT CPO yang merupakan warga dari enam Desa yakni Desa Semuntik, Sekendal, Nyayum, Semedang, Sepangah, dan Temoyok tidak menerima upah.

Akibatnya, karyawan mulai gelisah dan berharap ada kejelasan dari pihak perusahaan.

Baca: Shezy Idris Gugat Cerai Krishna Adhyata, Kuasa Hukum Beberkan Sebabnya

Untuk mencari solusi, Federasi Serikat Buruh (FSB) KSBSI Kamiparho Landak melalui Pengurus Komisariat KSBSI Kamiparho PT CPO, melakukan mediasi antara karyawan dengan pihak managemen perusahaan pada Senin (3/9/2018).

Pertemuan tersebut berlangsung di balai Desa Semuntik, dengan dihadiri oleh Ketua DPC FSB KSBSI Kamiparho Landak Yasiduhu Zalukhu, Ketua PK KSBSI Kamiparho PT CPO Hermanto, Estate Manager PT CPO Suprianto.

Kepala Desa (Kades) dari enam Desa yang ada lahan PT CPO, perwakilan Polsek Air Besar, para timanggong, tokoh adat, tokoh pemuda setempat, dan ratusan karyawan yang bekerja di PT CPO yang belum menerima gaji.

"Jadi kami tidak ada terima gaji beberapa bulan ini. Kami minta solusi terbaik. Makanya kami gelar pertemuan antara serikat buruh dengan pihak managemen perusahaan," ujar Ketua PK KSBSI Kamiparho PT CPO Hermanto.

Lanjutnya lagi, selain tiga bulan belum ada kejelasan soal upah. Masalah BPJS Kesehatan dan BPJS Tenaga Kerja juga tidak terealisasi oleh perusahaan. "Saya sebagi ketua buruh di PT CPO mengambil langkah untik bertemu dan meminta kejelasan upah," katanya.

Selain itu, ada juga karyawan yang dipensiunkan. "Saya harapkan, meski belum gajian selama tiga bulan kita jangan anarkis. Bersyukur sampai saat ini kita bisa tenang. Tapi tolong direspon oleh pihak PT CPO, bagaiman solusinya," harapnya.

Penulis: Alfon Pardosi
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved