Breaking News:

Jarot Tegaskan 'Zero Tolerance' Bagi Pelaku Pembakaran Hutan

Bupati Sintang Jarot Winarno tidak dapat berkomentar banyak terkait dengan penangkapan beberapa orang masyarakat Kabupaten Sintang

Penulis: Maudy Asri Gita Utami | Editor: Madrosid
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/WAHIDIN
Bupati Sintang Jarot Winarno 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Wahidin

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Bupati Sintang Jarot Winarno tidak dapat berkomentar banyak terkait dengan penangkapan beberapa orang masyarakat Kabupaten Sintang atas kasus pembakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi beberapa waktu terakhir.

"Aspek hukum, saya sebagai Bupati tidak bisa mengintervensi. Tetapi itulah, yang jelas Sintang ini ada undang-undang lingkungan hidup. Ada Perda Nomor 1 tahun 2016 dan Perbup Nomor 57 Tahun 2015," katanya, Senin (3/9/2018) pagi.

Baca: Catat Jadwal Kepulangan Jamaah Haji Kalbar ‎2018, Sebentar Lagi!

Meskipun demikian, Bupati berharap penyidik kepolisian di Polres Sintang tetap melihat sisi kemanusiaan. Walaupun dia tahu bahwa polisi dalam hal ini juga dalam posisi serba salah untuk melakukan penindakan.

"Tapi kalau tidak ditindak, nanti api jadi besar. Namun kita ingatkan bahwa kawasan hutan yang paling penting. Kalau kawasan hutan jangan sampai terbakar, kita zero tolerance untuk kebakaran hutan," jelasnya.

Sementara untuk perusahaan, Jarot menjelaskan bahwa aturan mainnya sudah jelas. Ada tiga poin pokok yang harus dipatuhi oleh perusahaan. Pertama jika sengaja membakar lahan untuk membuka lahan, izin akan dicabut.

"Kemudian yang kedua perusahaan berkewajiban untuk menjaga kebunnya sendiri, yang ketiga perusahaan berkewajiban untuk mencegah dan menangani kebakaran hutan dan lahan di desa desa binaannya," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved