Dugaan Korupsi Panwaslu Sintang

BREAKING NEWS: Tiga Tersangka Korupsi Anggaran Panwaslu Sintang Ditahan, Kerugian Capai Rp1,5 Miliar

Mana mungkin, itu gedung pemerintah dan tidak mungkin bayar kalau untuk kegiatan Panwas.

BREAKING NEWS: Tiga Tersangka Korupsi Anggaran Panwaslu Sintang Ditahan, Kerugian Capai Rp1,5 Miliar
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / WAHIDIN
Tiga PNS di Lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang yang merupakan mantan anggota Panwaslu Sintang yang menjadi tersangka korupsi saat dibawa dari Kejari Sintang menuju Kota Sintang untuk dilakukan penahanan selama 20 hari di Rutan Kelas II A Pontianak, Kamis (23/8/2018) lalu.   

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Wahidin 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Kejaksaan Negeri Sintang telah melakukan pemeriksaan kepada tiga mantan anggota Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) berstatus PNS di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang atas dugaan korupsi anggaran Panwaslu tahun 2014. 

Ketiganya masing-masing berinisial Sut yang saat itu menjabat Bendahara Pembantu Pengeluaran Panwaslu Sintang, Sao menjabat Kepala Sekretariat Panwaslu Sintang, dan Suh sebagai anggota Panwaslu Sintang. 

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sintang, Syahnan Tanjung pihaknya telah melakukan pemeriksaan, pengumpulan bahan data, dan alat bukti dan terbukti ketiganya terlibat korupsi anggaran Panwaslu Sintang di tahun 2014-2015. 

Baca: Polres Sambas Gelar Patroli Jarak Jauh di Perbatasan Indonesia - Malaysia

"Pertama yang kita duga tidak hanya tiga, tapi setelah kita periksa mengerucut pada tiga orang ini yang berperan sebagai aktor intelektualnya dan kita tetapkan sebagai tersangka," katanya kepada Tribun, Minggu (2/9/2018) pagi. 

Tiga PNS di Lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang yang merupakan mantan anggota Panwaslu Sintang yang menjadi tersangka korupsi saat dibawa dari Kejari Sintang menuju Kota Sintang untuk dilakukan penahanan selama 20 hari di Rutan Kelas II A Pontianak, Kamis (23/8/2018) lalu.
 
Tiga PNS di Lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang yang merupakan mantan anggota Panwaslu Sintang yang menjadi tersangka korupsi saat dibawa dari Kejari Sintang menuju Kota Sintang untuk dilakukan penahanan selama 20 hari di Rutan Kelas II A Pontianak, Kamis (23/8/2018) lalu.  

Ketiga tersangka ini, telah dibawa ke Rutan Kelas II A Pontianak untuk dilakukan penahanan sejak, Kamis (23/8/2018) lalu. Penahanan akan dilakukan selama 20 hari dan seterusnya sampai pada proses persidangan selesai. 

Syahnan menjelaskan, dugaan korupsi yang dilakukan tiga tersangka ini bermula dari laporan terkait adanya penyimpanan yang tidak sesuai peruntukannya terhadap anggaran Panwaslu Sintang. Saat itu total anggaran hingga Rp 8 miliar. 

"Dari Rp 8 miliar ini, kita ketemukan kerugian negara kurang lebih Rp1.5 miliar. Ini pun sudah diyakinkan dari ahli BPKP dan ahli Hukum Pidana Untan bahwa benar ada tindak pidana korupsi atas anggaran Panwaslu tahun 2014," jelasnya. 

Baca: Tonton Videonya, Polisi Razia Tempat Hiburan Malam di Putussibau

Modus korupsi yang dilakukan ketiga tersangka yakni membuat laporan pertanggungjawaban fiktif. Misalnya saja terkait anggaran sewa gedung yang dalam pelaksanaannya adalah Pemerintah Kabupaten Sintang

"Bahkan sewa gedung yang seharusnya puluhan juta disebutkan hingga ratusan. Mana mungkin, itu gedung pemerintah dan tidak mungkin bayar kalau untuk kegiatan Panwas. Ternyata kita buktikan uang dikantongi tersangka," katanya. 

Baca: Warga Sempat Panik, Gempa Berkekuatan 5,3 SR Kembali Guncang Lombok

Kemudian lainnya seperti mobil pribadi yang disebutkan disewa dan dibebankan ke anggaran, kemudian dana pengadaan alat tulis kantor (ATK) yang di Mark Up (Menaikan-red) dan terkesan mengada-ada, tidak dipertanggungjawabkan. 

Syahnan menyampaikan bahwa penahanan yang telah berjalan hampir dua minggu tersebut untuk mengantisipasi ketiga tersangka melarikan diri atau menghilangkan barang bukti yang dapat menghalangi proses hukum.

Lanjutnya bahwa sebelum diberangkatkan ke Pontianak untuk dilakukan penahanan, salah seorang tersangka tampak sangat menyesal dan sampai tujuh kali bolak-balik ke toilet Kejaksaan Negeri Sintang. 

"Hampir 7 kali dia keluar masuk WC. Ternyata di dalam WC dia tersedu-sedu menangis. Menurut saya tidak perlu ditangisi, karena saat dulu dia melakukan itu tidak ada tangisan tetapi hanya  ada kegembiraan," pungkas Syahnan.

Penulis: Wahidin
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved