KRI Torani 860 Amankan Kapal Cargo Kawan Express 01

Saat di konfirmasi, Pemilik KM Kawan Express 01, Evi Indrawati saat di konfirmasi membenarkan kalau kapalnya diamankan

KRI Torani 860 Amankan Kapal Cargo Kawan Express 01
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
Kapal cepat Kelas PC40 , KRI Torani dengan nomer lambung 860 salah satu unsur Satuan Kapal Patroli Lantamal XII Pontianak, yang di Komandani oleh Mayor Laut (P) Taufik Pamungkas 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hadi Sudirmansyah

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Torani 860 milik TNI AL mengamankan Kapal kargo KM Kawan Express 01 yang membawa barang dari Jakarta menuju Pontianak di perairan Kalimantan Barat, Kamis (31/8/2018).

Diketahui Kapal Cargo tersebut yang berangkat dari Pelabuhan Sunda Kelapa Jakarta menuju Pelabuhan Senghi Pontianak, diamankan oleh TNI AL sekitar 29 mil dari muara Jungkat.

Baca: OJK dan Industri Jasa Keuangan Fasilitasi Kebutuhan Industri Pariwisata

Baca: KRI Torani 860 Lantamal XII Pontianak Dukung Embarkasi Debarkasi Tim Baksos Kesehatan di Lemukutan

Saat di konfirmasi, Pemilik KM Kawan Express 01, Evi Indrawati saat di konfirmasi membenarkan kalau kapalnya diamankan oleh TNI AL karena di duga kuat melakukan pelanggaran.

"Berdasarkan informasi dari anak buah kapalnya, kapal saya itu ditangkap TNI AL karena diduga melanggar tiga aturan,"kata Evi pada Jumat (31/8) dini hari

Dikatakannya lagi," menurutnya KM Kawan Expres dituding tidak memasang jangkar. Kemudian, susunan ABK juga disebut tidak sesuai dan Ketiga, nama mesin kapal tidak sama,” katanya.

Ia juga menuturkan saat ini Kapal Cargo KM Kawan Express 01 sudah diamankan menuju dermaga Pangkalan Utama TNI AL XII di Jalan Yos Sudarso, Pontianak

Evi juga menceritakan ia sempat mencoba mencari tahu kepastian mengenai nasib kapalnya itu dengan mendatangi Mako Lantamal XII, karena ia telah mengetahui kapalnya itu di tahan pada siang hari berdasarkan informasi dari ABKnya.

“Ketika kapal sampai di dermaga, saya tak boleh ke kapal saya. Kata petugas, sudah larut malam,” ujarnya.

Tak hanya itu, Evi juga mengungkapkan, banyak keanehan dalam penahanan kapal miliknya tersebut, karena dirinya menyakini kalau ia memiliki seluruh dokumen, seperti izin layar, keselamatan konstruksi kapal, keselamatan barang, sertifikat kelengkapan radio, kelengkapan kru kapal, izin kesehatan, izin jumlah ABK.

“Intinya seluruh izin yang diharuskan untuk kapal berlayar sudah dipenuhi. Kalau kami salah aturan, kenapa dilepaskan dan dibiarkan berlayar oleh petugas di Jakarta,” ungkapnya.

Dikatakannya lagi,“Kalau kapal kami ditahan terus, kasihan pemilik barang lama menunggu,” pungkasnya.

Penulis: Hadi Sudirmansyah
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved