Tak Ada Niat Baik Betulkan Mobil Yang Dirusak, Kejari Pontianak Pastikan Proses Kasus ER

“Kasusnya sudah naik atau P21. Penahanan dilakukan karena Er memenuhi unsur dan alat bukti termasuk saksi juga ada,” ungkapnya

Tak Ada Niat Baik Betulkan Mobil Yang Dirusak, Kejari Pontianak Pastikan Proses Kasus ER
Ilustrasi
Pidana 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasipidum Kejari Pontianak), Anthonius Indra Simamora menegaskan telah menahan terlapor ER yang dilaporkan oleh pelapor TD atas kasus tindak pidana pengrusakan.

Sebelumnya, ER yang merupakan pemilik usaha perkakas melakukan pengrusakan terhadap mobil pikap milik TD di depan toko 8 Jaya, Jalan Mahakam Kecamatan Pontianak Selatan pada Rabu (14/3/2018) sekitar pukul 08.30 WIB.

Baca: DPRD Kalbar Belum Dapat Informasi Pasti Soal Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih

Baca: Komisi Yudisial Kalbar Gelar Diskusi Publik Perbuatan Merendahkan dan Keluhuran Martabat Hakim

“Kasusnya sudah naik atau P21. Penahanan dilakukan karena Er memenuhi unsur dan alat bukti termasuk saksi juga ada,” ungkapnya kepada awak media di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Pontianak, Kamis (30/8/2018) sore.

Dalam Pasal 335, tindakan ER masuk dalam perbuatan tidak menyenangkan atau pengrusakan. Penahanan ER, kata dia, sudah memenuhi pasal.

“Di sisi lain, tidak ada niat perdamaian. Itu dasar dan bisa ditahan dari pihak terlapor,” katanya.

Kendati demikian, Simamora menyampaikan seandainya nanti ada surat perdamaian atau terjadi itikad baik untuk menyelesaikan, kasus ini bisa ditangguhkan.

“Kami sudah tahan dan akan dilimpahkan secepatnya. Nanti, diteruskan ke pengadilan. Kalau perdamaian terjadi, kami siap bantu. Hanya tetap saja tidak menghapus pidananya. Ranahnya nanti pada hakim pengadilan,” tandasnya.

Sementara itu, istri pelapor yakni LL mengatakan bahwa kasus ini sebenarnya simpel dan sederhana. Namun, menjadi pelik karena ego untuk menuntaskan tidak terjadi.

“Padahal sebenarnya bisa diselesaikan dengan solusi terbaik,” terangnya.

LL menimpali dirinya dan suami sudah kewalahan dan terlalu mengalah. Lantaran tidak tahan, akhirnya suaminya melapor ke polisi sebagai jalan terbaik.

“Kasus ini dilaporkan pada 14 Maret 2018 lalu ke Polresta Pontianak. Sudah 5 bulan lebih berjalan. Awalnya dikasih saran untuk dibereskan saja. Tapi, pelapor ngotot kami yang salah, makanya tak ada hasil,” terangnya.

Padahal pasca kejadian pengrusakan, ia dan suaminya hanya meminta kepada ER untuk memperbaiki mobil pikap yang rusak.

“Kami minta perbaiki saja awalnya. Tapi tak ketemu dan tidka ada niat baik, makanya kami minta kasus berlanjut sampai tuntas. Saya sempat pesimis kasus ini bisa naik. Sebab dilaporkan pada bulan Maret 2018 lalu. Tapi, sekarang bulan Agustus baru naik dan terlapor ditahan pihak Kejaksaan Negeri Pontianak,” tandasnya. 

Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved