Kasi Pidum: Pemusnahan Barang Bukti Wajib Dilaksanakan

Mengingat barang bukti ini juga besar, dikhwatirkan disalahgunakan atau kececar ataupun hilang, walaupun masih dalam proses

Kasi Pidum: Pemusnahan Barang Bukti Wajib Dilaksanakan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ HENDRI CHORNELIUS
Kapolres Sanggau, AKBP Imam Riyadi, Ketua PN Sanggau, Kasi Pidum Kejari Sanggau, Perwakilan dari BNN, Ketua DAD Kapuas saat menunjukan pil erimin 5 sebelum dimusnahkan di halaman Mapolres Sanggau, Kamis (30/8). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hendri Chornelius

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Sanggau, Adityo Utomo menyampaikan, Pemushanan barang bukti merupakan kegiatan yang rutin dan wajib dilaksanakan.

“Setiap barang bukti narkotika yang ditemukan wajib dimusnahkan terlebih dahulu. Dan atas pesetujuan dari Kajari dan wajib diketahui Kejaksaan sebagai perpanjangan tangan untuk disidangkan di Pengadilan Negeri, ” katanya dalam sambutanya sebelum berlangsungnya pemusnahan barang bukti berupa pil erimin 5 di halaman Mapolres Sanggau, Kamis (20/8/2018).

Baca: Polres Sanggau Musnahkan Ribuan Pil Happy Five

Baca: Tiang Listrik Tertimpa Pohon, Sanggau Ledo dan Seluas Padam Listrik

Mengingat barang bukti ini juga besar, dikhwatirkan disalahgunakan atau kececar ataupun hilang, walaupun masih dalam proses dan belum pada penuntutukan.

“Saat penyidikan bisa dimusnahkan. Kemudian barang bukti disisihkan untuk bahan penelitian dilab, apakah terkandung zat-zat lain. Saya sambut baik langkah ini, ” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Polres Sanggau melakukan pemusnahan barang bukti berupa
obat erimin 5 (Happy Five) sebanyak 9.778 butir di halaman Mapolres Sanggau, Kamis (30/8).

“Barang bukti yang dimusnahkan merupakan rangkaian dari pengungkapan narkotika yang sudah diungkap sebelumnya. Beberapa waktu lalu untuk shabu yang 3 Kg dan psikotripika dan ekstasi sudah dimusnahkan di Polda. Obat-obatan yang dimusnahkan ini termasuk dari itu juga, ” kata Kapolres Sanggau, AKBP Imam Riyadi usai melakukan pemushanan barang bukti berupa pil erimin 5 (Happy Five) di halaman Mapolres Sanggau, Kamis (20/8).

Karena pemeriksaan harus ke Jakarta, lanjut Kapolres, sehingga terlambat dan hasil dari lab juga sudah keluar sehingga hari ini kita melakukan pemusnahan.

“Hasilnya, obat ini tidak mengandung narkotika atau ampethamin, tapi obat untuk penghilang depresi. Kalau ini juga tidak memiliki izin edar, tentunya sangat berbahaya, karena efeknya hampir sama dengan narkotika, sehingga obat seperti ini jangan disalahgunakan. Harus segera kita musnahkan, ” tegasnya.

Inilah, kata Kapolres, yang harus betul-betul kita antisipasi. Barang ini tidak boleh beredar diwilayah kita. Obat ini, lanjutnya, memang berasal dari Malaysia yang dipakai di Indonesia untuk menghilangkan depresi.

“Dan itupun harus dengan resep dokter, tidak boleh dijual bebas atau disalahgunakan, ini yang perlu kita sikapi dan perlu kita tindak tegas. Tapi kalau dijual bebas tanpa ada kontrol maka berbahaya sekali, ” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Pengadilan Negeri Sanggau, Arief Boediono menyampaikan, untuk pemusnahan shabu-shabu seberat 3 kg, dirinya juga hadir di Polda Kalbar. “Waktu pemusnahan sabu-sabu, saya sendiri langsung hadir di Polda Kalbar, ” katanya.

Ia menjelaskan, setelah melalui koordinasi dengan Kajari Sanggau, maka diproses persidangan nantinya cukup penyisihan barang bukti saja.

Hadir dalam pemusnahan, Kapolres Sanggau, AKBP Imam Riyadi, Ketua PN Sanggau, Arief Boediono, Kasi Pidum Kejari Sanggau, Aidityo Utomo, Kasi Intel Kejari Sanggau, Iman,Ketua DAD kecamatan Kapuas, Andreas Sisen, Kasat Narkoba Polres Sanggau, Perwakilan dari BNN Sanggau. 

Penulis: Hendri Chornelius
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved