Bentuk Pokmas Guna Cegah Karhutla di Sekadau
Di Desa Peniti luas lahan gambut mencapai 1.391 hektar. Sedangkan, di Desa Sungai Kunyit lahan gambut seluas 1.081 hektar.
Penulis: Rivaldi Ade Musliadi | Editor: Dhita Mutiasari
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU - Sekretaris Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sekadau, Edy Prasetyo mengungkapkan, di Kabupaten Sekadau telah dibentuk kelompok masyarakat (Pokmas) relawan peduli bencana asap akibat karhutla. Pokmas dibentuk didua desa, yaitu di Desa Peniti dan Sungai Kunyit.
“Di Kabupaten Sekadau lahan gambut tersedar di 14 desa dengan total 7.154 hektar. Di Desa Peniti dan Sungai Kunyit merupakan desa yang memiliki lahan gambut paling luas,” ujarnya Kamis (30/8/2018).
Baca: Aparat Kepolisian Berupaya Tegas Cegah Karhutla di Sekadau
Baca: DRAWING Liga Champion (LIVE)! Liverpool, Man United dan Inter Berpeluang di Grup Neraka
Di Desa Peniti luas lahan gambut mencapai 1.391 hektar. Sedangkan, di Desa Sungai Kunyit lahan gambut seluas 1.081 hektar.
“Jika terjadi kebakaran lahan gambut akan sangat bahaya. Apalagi musim kemarau, tentunya akan sulit dipadamkan,” tuturnya.
Pemkab Sekadau telah menetapkan status siaga darurat yang berlaku sejak Februari hingga November 2018 mendatang. Selain itu, dengan adanya pokmas diharapkan bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai dampak karhutla.
“Kami mengimbau masyarakat untuk mencegah terjadinya karhutla,” pungkas Edy.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/cek-langsung_20180830_210024.jpg)