Pileg 2019

Sidang Adjukasi PSI dan Hanura Dengan KPU Kalbar, Ireng : Tradisi Demokrasi Yang Beradab

Sidang sebagai respon atas keputusan KPU provinsi kalbar mencoret seluruh bacaleg DPRD kalbar dapil 5 untuk partai Hanura dan dapil 7 untuk PSI.

Sidang Adjukasi PSI dan Hanura Dengan KPU Kalbar, Ireng : Tradisi Demokrasi Yang Beradab
FACEBOOK
Ireng Maulana MA 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK -Pengamat Politik Untan Ireng Maulana, MA menilai masih ada harapan bagi PSI dan Hanura untuk mendapatkan kembali daerah tarungnya karena sidang adjudikasi penyelesaian sengketa proses pemilu antara Partai Solidaritas Indonesia dan Partai Hanura sebagai pemohon dan KPU Provinsi Kalbar sebagai termohon di gelar oleh Bawaslu Kalbar.

Sidang sebagai respon atas keputusan KPU provinsi kalbar mencoret seluruh bacaleg DPRD kalbar dapil 5 untuk partai Hanura dan dapil 7 untuk PSI.

Sengketa yang ingin diselesaikan melalui mekanisme adu bukti dan adu fakta contoh beradabnya tradisi berdemokrasi kita.

Baca: Ramdan Sebut KPU Punya Landasan Kuat Tetapkan Bacaleg Hanura dan PSI TMS

Baca: DPW PSI Kalbar Percayakan Hasil Putusan Adjudikasi Pada Bawaslu

KPU Kalbar konsisten memutuskan berdasarkan aturan yang membimbing mereka, sedangkan partai politik secara waras memperlihatkan ketidaksetujuan mereka atas keputusan itu dgn dijembatani Bawaslu Kalbar.

Inilah yang kita sebut dengan contoh berpolitik akal sehat, tanpa pendekatan intimidasi, tanpa tekanan kuasa dan tanpa polemik yang membosankan.

Asalkan taat mekanisme tidak soal sengketa di menangkan oleh pihak manapun, semua orang kita yakini akan membusungkan dada karena menjaga integritas masing masing melalui penghormatan terhadap peran masing-masing.

Tidak ada yang kalah jadi abu, dan tidak ada yang menang jadi arang. Semua berkontribusi untuk menumbuhkembangkan kedewasaan berdemokrasi di daerah.

Peristiwa politik ini tentu dapat menjadi contoh bahwa persoalan berpolitik memungkinkan lahirnya cara musyawarah untuk menyelesaikan persoalan antara sesama aktor demokrasi.

Berharap proses adjudikasi tidak di ciderai dengan manuver yang tidak perlu, karena hakikatnya adu fakta dan adu bukti akan menuntun pada kepuasan hasil mufakat didalamnya.

Jikalau semua pihak memegang prinsip ini maka tidak ada yang akan merasa rugi.

Jika kalah, PSI dan Hanura tidak perlu menghujat KPU karena barangkali KPU Kalbar lebih punya bukti dan fakta yang lebih kuat dan terpercaya, demikian pula KPU jika sengketa di menangkan oleh kedua parpol tadi maka haris berani mengakui kekeliruan dalam mengambil keputusan.

Jaga akal sehat politik maka proses demokrasi kita akan menjadi contoh yang menjanjikan untuk lahirnya tata kelola berpolitik yang mendidik.

Yang terpenting, semua pihak persiapan diri masing masing untuk saling beradu argumen, di ujungnya kita saksikan bahwa keputusan dengan nalar yg benar akan memihak pihak yang sejatinya harus dimenangkan.

Kita hanya berharap, politik elektoral tidak hanya tentang memenangkan pileg 2019, namun juga tentang kebajikan politik dengan kesadaran meniti prosesnya dengan bertanggung jawab dan penuh dedikasi.

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved