Breaking News:

Orientasi Kedisiplinan Mahasiswa Baru Politap

Bupati mengatakan kehadiran Politap Ketapang memiliki peran penting dan strategis dalam hal menyediakan tenaga kerja terampil tingkat ahli madya.

Penulis: Subandi
Editor: Dhita Mutiasari
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
Bupati bersama Danki Yonif 643 WNS, Direktur Politap dan peserta orientasi mahasiswa Politap Ketapang berfoto bersama di halaman Politap, Senin (27/8/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Subandi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG – Bupati Ketapang, Martin Rantan menjadi inspektur upacara pembukaan orientasi pendidikan. Serta latihan kedisiplinan Politeknik Negeri Ketapang (Politap) di lapangan Kompi Senapan C yonif 643/WNS, Jl Gatot Subroto Ketapang, Senin (27/8/2018).

Bupati mengatakan kehadiran Politap Ketapang memiliki peran penting dan strategis dalam hal menyediakan tenaga kerja terampil setingkat ahli madia.

Baca: DPW PSI Kalbar Percayakan Hasil Putusan Adjudikasi Pada Bawaslu

Baca: Group AMS Tegaskan Tak Ada Lahan Perusahaan yang Disegel

Sehingga siap pakai dan diharapkan dapat mendukung peribaikan iklim investasi perguruan tinggi.

“Politap Ketapang di harapkan menjadi pergurun tinggi terbaik melalui kemitraan dengan lembaga-lembaga pendidikan dan dunia usaha,” kata Bupati rilis Peliputan Kehumasan dan Protokol Setda Ketapang, Alwi Adi, Senin (27/8).

Bupati berharap melalui Politap dapat dihasilkan lulusan-lulusan terbaik. Serta siap pakai untuk diterima di dunia usaha dan industri dan memiliki daya saing tinggi. Sehingga bisa memacu perkembangan ekonomi dan pembangunan bangsa.

“Semoga Politap menjadi pusat keunggulan reiset terapan bagi pengembangan industri. Pendidikan memiliki peranan yang sangat besar terhadp tujuan pembangunan. Hal ini dikarenakan pendidikan memiliki multi fungsi,” ujarnya.

Menurutnya multi fungsi itu di antaranya sosialisasi yaitu transmisi dan perwujudan nilai-nilai ekonomi, solidaritas, relegi, seni dan jasa. Kemudiankontrol sosial yaitu kontrol perilaku dengan norma-norma kerja sama keteraturan, kedisiplinan, kejujuran dan keterbukaan.

Selanjutnya seleksi dan alokasi yaitu mepersiapkan memilih dan menempatkan calon tenaga kerja sesuai dengan permintaan pasar kerja. Serta asimilasi dan konservasi budaya yaitu pembauran antar budaya luar dan budaya lokal.

Menurut Bupati mempromosikan perubahan demi perbaikan karena pendidikan kejuruan tidak sekedar mendidik dan melatih keterampilan yang ada. Tapi juga harus berfungsi sebagai pendorong perubahan atau pembawa perubahan bagi masyarakat.

Lantaran pendidikan kejuruan tak hanya adaptif tetapi juga harus antisipatif. “Upaya perbaikan kualitas pendidikan untuk menghasilkan lulusan yang mampu bersaing dalam dunia kerja. serta meiliki disiplin kerja yang tinggi sebagai modal dasar persaingan tenaga kerja,” jelasnya.

Ditambahkan Bupati pihak perguruan tinggi harus memainkan peran paling depan. Serta memiliki kreatifitas untuk meningkatkan kualitas, disiplin dan etos kerja lulusannya. Sebab itu kegiatan orientasi pendidikan Politap tersebut.

Menurutnya merupakan upaya yang baik untuk menyiapkan lulusan yang tidak hanya mempunyai keterampilan yang baik.

Namun harapannya juga memiliki etos kerja yang tinggi melalui peningkatan disiplin mahasiswa.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved