Viral Sosial Media

Jenguk BJ Habibie di Rumah Sakit, Jokowi: Sakit Pun Masih Memikirkan Indonesia

Presiden Joko Widodo pagi tadi membesuk mantan Presiden BJ Habibie yang terbaring sakit di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat.

Jenguk BJ Habibie di Rumah Sakit, Jokowi: Sakit Pun Masih Memikirkan Indonesia
NET
Mantan Presiden BJ Habibie

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Presiden Joko Widodo pagi tadi membesuk mantan Presiden BJ Habibie yang terbaring sakit di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta.

"Sudah tiga hari ini Bapak BJ Habibie dirawat di rumah sakit. Rupanya, beliau kelelahan menghadiri acara-acara yang padat di berbagai daerah." tulis akun Instagram @jokowi, Senin (27/8/2018)

"Pagi tadi, saya datang membesuk beliau di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta. Syukur Alhamdulillah, Pak Habibie sudah berangsur pulih. Sekitar 40 menit di ruang perawatan tadi kami bahkan bisa mengobrol banyak hal, bertukar pikiran mengenai pembangunan sumber daya manusia kita.," lanjut Jokowi.

Baca: Postingan Terbaru Luna Maya Tuai Komentar Banyak Artis, Ternyata Ini yang Terjadi

"Dalam sakitnya pun, Pak Habibie masih memikirkan kemajuan Indonesia. Semoga beliau segera pulih dan kembali berkegiatan seperti sediakala.," pungkas Jokowi.

Diunggah sekitar 4 jam yang lalu, postingan ini sudah mendapat like 707,841 kali.

Dilansir dari Tribunnews.com, Jokowi didampingi Menteri Sekretaris Negara Pratikno, tiba di lokasi sekitar 08.50 WIB , Senin (27/8/2018) pagi.

Dia mengenakan kemeja batik cokelat dan celana bahan berwarna hitam.

Bulan Maret 2018 lalu, Habibie juga pernah dirawat di rumah sakit yang sama karena infeksi bakteri.

Saat itu tim dokter RSPAD Gatot Soebroto menyarankan kepada BJ Habibie agar beristirahat total.

‎Pada bulan ini, Habibie pun menyempatkan diri untuk hadir dalam puncak acara Hari Kebangkitan Teknologi Nasional ke-23 di Pekanbaru, Riau, Jumat (10/8/2018).

Indonesia, ucap Habibie, merupakan bangsa yang hidup dengan beranekaragam suku, bahasa, budaya, dan agama. Keanekaragaman merupakan unsur untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi Indonesia.

"Banyak orang bebas, tapi tidak merdeka. Banyak orang merdeka, belum tentu bebas. Hanya orang bebas dan merdeka yang bisa meningkatkan daya saing," ujar Habibie.

Penulis: Rizky Zulham
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved