Hadiri Ramah Tamah HUT ke-61 SDN 26 Sungai Kura, Jarot: SDN Ini Lahirkan Sosok Pemimpin

Saya bangga bisa hadir HUT SDN 26 Sungai Kura ini, terlebih SD ini telah melahirkan seorang sosok pemimpin daerah saat ini

Hadiri Ramah Tamah HUT ke-61 SDN 26 Sungai Kura, Jarot: SDN Ini Lahirkan Sosok Pemimpin
ISTIMEWA
Bupati Sintang, Jarot Winarno menghadiri ramah tamah dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-61 SDN 26 Sungai Kura Desa Benua Kencana Kecamatan Tempunak, Kabupaten Sintang, Sabtu (25/8/2018) kemarin. 

Citizen Reporter 
Kasubbag Humas Pemberitaan Setda Sintang, Syukur Saleh

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG- Bupati Sintang, Jarot Winarno menghadiri ramah tamah dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-61 SDN 26 Sungai Kura Desa Benua Kencana Kecamatan Tempunak, Kabupaten Sintang, Sabtu (25/8/2018) kemarin. 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Melawi Panji yang merupakan alumni atau lulusan SDN 26 Sungai Kura, unsur Forkopimcam Tempunak, masyarakat Desa Benua Kencana, Dewan Guru SDN 25 Sungai Kura, dan unsur terkai lainnya.

Kedatangan Bupati Sintang tersebut di manfaatkan pihak sekolah untuk menyampai permasalah yang dirasakan selama ini, Bertus salah satunya. 

Baca: Piala Soeratin U-17 Hanya Diikuti 4 Tim, Ini Penjelasan PSSI Kalbar

Pensiunan Guru SDN 26 Sungai Kura ini mewakili pihak sekolah mengatakan bahwa sejak dulu SDN 26 sungai kura tidak memiliki guru Agama Katolik, karena mayoritas siswa-siswi yang bersekolah di SDN 26 Sungai Kura itu 97 persen adalah beragama Katolik. 

“Dari saya ngajar dulu belum ada guru agama Katolik, jadi harapan saya pemkab sintang bisa menempatkan guru agama katoliklah disini, mudah-mudahan nanti bisa ngajar di SD ini," katanya. 

"Selain itu, bisa membantu umat di kampung, sekaligus juga bisa di SMP, Saya kira satu guru agama katolik untuk dua sekolah cukup lah, karna SMP disini pun belum ada juga guru agama Katolik," tambahnya. 

Bertus menjelaskan bahwa di SDN 26 Sungai Kura ini memerlukan rumah dinas guru,karena tidak adanya rumah dinas menjadi alasan guru untuk pindah terutama yang sudah menjadi PNS. 

“Dulu ada guru honor yang saya angkat selama 8 tahun, namun setelah di angkat menjadi PNS lalu pindah, ini menjadi kekecewaan luar biasa saya dulu," ungkap Bertus. 

Baca: Hari Ini, Bawaslu Gelar Sidang Adjudikasi Antara KPU dengan PSI dan Hanura

Bertus juga mencertikan SDN 26 Sungai kura asal mulanya adalah SD bantuan sungai kura yang didirikan tahun 1957, kemudian di tahun 1980 berubah menjadi SD swasta Sungai Kura sampai tahun 2009 dan 2009 pun diubah lagi menjadi SD Negeri 26 karena kehendak pemerintah, sehingga patut di syukuri hingga saat ini.

Halaman
12
Penulis: Wahidin
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved