DPW PSI Kalbar Percayakan Hasil Putusan Adjudikasi Pada Bawaslu

Terkait dengan kesalahan redaksional dan kedudukan hukum, menurutnya terjadi karena keterbatasan waktu.

DPW PSI Kalbar Percayakan Hasil Putusan Adjudikasi Pada Bawaslu
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ RIDHO PANJI PRADANA
Ketua DPW PSI Kalbar, Moch Sabi'in beserta jajaran saat menghadiri sidang adjudikasi dengan KPU di Bawaslu Kalbar. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua DPW PSI Kalbar, Moch Sabi'in mempercayakan putusan hasil adjudikasi pada Bawaslu Prov Kalbar.

Menurutnya, Bawaslulah lembaga yang berwenang dalam memutuskan sengketa proses pemilu ini.

"Tentu segala keputusan akan ada di lembaga berwenang dalam hal ini Bawaslu, kita akan serahkan sepenuhnya pada Bawaslu tentang keputusan tersebut," katanya, Senin (28/08/2018).

Baca: Sama Dengan Hanura, Sidang Adjudikasi Agenda Pembuktian PSI Dilanjutkan Rabu

Baca: Tim Gakkum KLKH Datangi Kantor AMS Group

Seperti yang diketahui, PSI mengajukan sidang adjudikasi setelah tak mendapat titik terang saat mediasi dengan KPU Prov yang juga dimediasi Bawaslu Prov Kalbar.

"Pemulihan dapil saja yang diinginkan PSI, dan tentunya kita berharap ini adalah proses yang diatur oleh UU agar dapat berproses bagian dari mekanisme dan proses pendidikan politik yang ingin kita sampaikan ditengah-tengah masyarakat kita bahwa terkait persoalan-persoalan bergulir menjelang pileg tentu ada hak kita yang bisa untuk diperjuangkan," ujarnya.

Terkait dengan kesalahan redaksional dan kedudukan hukum, menurutnya terjadi karena keterbatasan waktu.

"Mungkin karena memang setelah berkoordinasi dengan Bawaslu hanya ada rentang waktu yang pendek, sehingga redaksional berubah dihuruf besar dan kecil saja termasuk kedudukan termohon. Kita di UU akan menggunakan UU yang sesuai aturan berlaku, yaitu UU nomor 7 tahun 2017 dan setidaknya bisa kembali menjadi penguatan melakukan adjudikasi," terangnya.

Walaupun begitu, Moch Sabi'in mengatakan relah sjap menghadapi sidang ajudikasi selanjutnya yakni dengan agenda sidang pembuktian.

"Kita akan mengikuti mekanisme yang memang berlaku dan itu bagian dari putusan hakim Adjudikasi nanti, dan apabila saksi dimintakan hadir, kita siap menghadirkan semuanya termasuk bukti yang kita miliki," tutupnya.

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved