Ini Alasan Pulau Lemukutan Jadi Tempat Pelaksanaan Baksos HUT Lantamal XII Pontianak

Lantamal XII Pontianak sengaja memilih Pulau Lemukutan sebagai tempat terselenggaranya Bhakti sosial.

Ini Alasan Pulau Lemukutan Jadi Tempat Pelaksanaan Baksos HUT Lantamal XII Pontianak
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/BELLA
Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut ( Danlantamal ) XII Pontianak¬† Laksamana Pertama (Laksma) TNI Greg. Agung W.D, bersama jajaran aparat saat tinjau lokasi Baksos di Pulau Lemukutan pada Minggu (26/8/2018).¬† 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Bella 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, BENGKAYANG - Memiliki Kapal Angkatan Laut (KAL) bernama KAL Lemukutan, Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) XII Pontianak sengaja memilih Pulau Lemukutan sebagai tempat terselenggaranya Bhakti sosial (baksos) dalam rangka HUT Lantamal XII Pontianak yang ke-3 pada Minggu (26/8 /2018).

Selain itu, jarak tempuh yang cukup terjangkau dan kebutuhan masyarakat di Pulau Lemukutan, menjadikannya lokasi strategis untuk baksos yang merupakan kerjasama Lantamal XII Pontianak bersama berbagai pihak itu.

Meskipun begitu, Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut ( Danlantamal ) XII Pontianak  Laksamana Pertama (Laksma) TNI Greg. Agung W.D., M. Tr (Han)tak menutup kemungkinan jika kegiatan serupa juga akan digelar di daerah lainnya yang membutuhkan.

Selain melibatkan 38 tenaga medis dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Persatuan Ahli Bedah Indonesia (PABI) dan juga persatuan dokter ahli mata (Perdami), kegiatan baksos juga melibatkan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Pontianak dan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Pontianak.

"Harapan saya, kehadiran kita semua disini bisa mempunyai makna bagai masyarakat," katanya dalam acara yang juga dihadiri oleh perwakilan Dinas Provinsi, Kodam, Lanud, Kapolsek sertan Dandim itu.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat juga tidak hanya memeriksakan kesehatan gratis serta mendapatkan obat dan penanganan secara gratis, tapi mereka juga diberi penyuluhan mengenai keselamatan berlayar serta dibekali jaket pelampung.

Kegiatan sosialisasi tersebut dirasa perlu, karena menurut beliau, selama ini ada banyak kejadian kecelakaan oleh pengguna laut yang kurang sadar akan bahaya saat berlayar.

"Berlayar dengan muatan berlebih, sedangkan di dalam kapal tidak ada alat keselamatan," katanya.

Selain itu, bencana kabut asap yang saat ini melanda Kalimantan Barat juga patut membuat kita waspadai.

Penulis: Bella
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved