Nurdin: Susbalan Digelar untuk Membentuk Ansor Yang Tak Gampang Marah

Susbalan yang digelar ini merupakan agenda rutin untuk membentuk kader Ansor yang tidak gampang marah.

Nurdin: Susbalan Digelar untuk Membentuk Ansor Yang Tak Gampang Marah
ISTIMEWA
Foto bersama saat acara Kursus Banser Lanjutan (Susbalan) II tingkat Provinsi Kalbar yang dipusatkan di Pondok Pesantren Suryalaya Cabang Sanggau di Sanggau Permai, Kelurahan Sei Sengkuang Kecamatan Kapuas, kemarin. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hendri Chornelius

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Ketua GP Ansor Provinsi Kalbar, M Nurdin menyampaikan saat ini, Indonesia menghadapi dinamika politik yang sangat pelik termasuk dinamika pemikiran yang terkadang emosional dan gampang marah.

“Susbalan yang digelar ini merupakan agenda rutin untuk membentuk kader Ansor yang tidak gampang marah. Kondisi ini rawan, jangankan salah benarpun kita masih dibully, ” katanya melalui rilisnya di acara Kursus Banser Lanjutan (Susbalan) II tingkat Provinsi Kalbar yang dipusatkan di Pondok Pesantren Suryalaya Cabang Sanggau di Sanggau Permai, Kelurahan Sei Sengkuang Kecamatan Kapuas, kemarin.

Baca: Juned Dikenal Pendiam, Sebelum Bunuh Diri Sempat Minta Maaf pada Keluarga di Jember

Ditengah gencarnya serangan terhadap GP Ansor dan Banser, lanjutnya, Banom NU itu tetap konsisten dan istiqomah membela kepentingan ulama dan NKRI.

“Tantangan bangsa Indonesia saat ini adalah bagaimana membuat NKRI ini tetap utuh karena tidak sedikit orang- orang yang ingin meruntuhkan NKRI dengan berbagai dalih, ” kata Anggota DPRD Kubu Raya itu.

Ia menegaskan, dipemahaman Ansor maupun Banser, toleransi adalah kalimat final yang tidak bisa diganggu gugat. Ansor dan Banserpun telah menunjukkannya, namun celaan orang -orang yang tidak suka dengan konsep toleransi yang ditunjukan Ansor dan Banser tidak akan menggoyahkan keluarga besar NU untuk tetap menjaga kalimat toleransi yang kita tunjukan.

“NKRI ini didirikan oleh para tokoh ulama yang mempunyai ilmu agama dan nasionalisme yang tinggi dan negarawan sejati, tidak mudah mendirikan negara yang plural seperti NKRI ini. Untuk itu, NKRI harus kita pertahankan, ” pungkasnya.

Penulis: Hendri Chornelius
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved