Musim Kemarau, Pedagang Air Dadakan Raup Penghasilan Ratusan Ribu per Hari

Sehari-hari, pria berjanggut tebal ini bekerja sebagai pedagang BBM di halaman rumahnya.

Musim Kemarau, Pedagang Air Dadakan Raup Penghasilan Ratusan Ribu per Hari
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / Adelbertus Cahyono
Tile mengantarkan air bersih ke satu rumah penduduk di Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Sabtu (25/8/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Adelbertus Cahyono

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAYONG UTARA - Krisis air bersih yang dialami warga Sukadana, Kabupaten Kayong Utara selama sepekan terakhir mendorong munculnya pedagang-pedagang air dadakan.

Bukan tanpa alasan, kemunculan para pedagang ini dipicu oleh tingginya permintaan air bersih oleh warga setempat.

Sebab, selama musim kemarau, air leding tak lagi mengalir seperti biasa ke rumah-rumah penduduk.

Baca: Ketua Perwasitan Amura Desak Pengurus Forki Kalbar Terpilih Segera Tunjukan SK PB Forki

Umumnya, pedagang-pedagang air ini berbekal sejumlah peralatan berupa dua tangki air berkapasitas masing-masing 1.000 liter, mesin sedot air, dan selang. Peralatan-peralatan ini dibawa menggunakan truk pikap.

Satu diantara pedagang air bersih, Tile mengatakan, dalam sehari Ia mampu menjual 14.000 hingga 16.000 liter air. Ia mematok harga Rp 120 ribu per 2.000 liter.

Tile sudah melakoni pekerjaan itu selama sepekan terakhir. Air bersih itu diambil dari sumber mata air Dusun Simpang Saut, Desa Pampang Harapan.

"Kalau untuk bensin mobil ndak tentu juga sehari berapa, ndak juga dihitung secara rinci," kata Tile, Sabtu (25/8/2018).

Baca: Tiga Rumah di Tebas Terbakar, Kerugian Diperkirakan Miliaran Rupiah

Jika melihat pada volume air yang bisa dijual Tile dalam sehari, diperkirakan Ia bisa mendapatkan pemasukan sebesar Rp 800 ribu hingga Rp 900 ribu per hari.

"Ya lumayan juga sih hasilnya, cukup lah nabung untuk biaya nikah," ujar Tile berkelakar.

Tile mengatakan, paling tidak pekerjaan dadakannya ini akan berhenti setelah pasokan air leding ke masyarakat kembali normal.

Sehari-hari, pria berjanggut tebal ini bekerja sebagai pedagang BBM di halaman rumahnya.

Tile tak menampik penghasilan yang didapat daru berjualan air bersih ini memang jauh lebih besar dari usaha yang dilakoninya sehari-hari.

Akan tetapi, usaha dadakan ini hanya dapat dikerjakan setiap musim kemarau, ketika pernintaan air bersih di tengah masyarakat mulai meninggi.

"Kalau air leding lancar kan mana ada yang mau beli air bersih, air di rumah lancar," imbuhnya.

Penulis: Adelbertus Cahyono
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved