Temukan Sapi Terinfeksi Cacing Hati dan Tumor Limpa, Kabid Pertanian Pastikan Layak Konsumsi
Beberapa hari setelah Idul Adha, tercatat sebanyak 187 Ekor Sapi dan 60 Ekor Kambing telah di kurbankan di seluruh wilayah Kabupaten Mempawah.
Penulis: Ferryanto | Editor: Rizky Zulham
Laporan Wartawan Tribun Pontianak Ferryanto
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Beberapa hari setelah Idul Adha, tercatat sebanyak 187 Ekor Sapi dan 60 Ekor Kambing telah di kurbankan di seluruh wilayah Kabupaten Mempawah.
Hal ini di ungkapkan langsung oleh Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kabupaten Mempawah melalui Kepala Bidang Peternakan Buntaran, namun hasil ini masih belum hasil keseluruhan data yang masuk, karena di beberapa wilayah masih ada hewan kurban yang belum di potong.
Pihaknya pun mengatakan bahwa 2 minggu sebelum Idul Adha pihaknya juga sudah melakukan sosialisasi terkait tata cara pemotongan dan penanganan daging setelah di potong, hal ini di tujukan agar masyarakat nantinya mendapatkan daging yang segar, dan sehat.
Di tahun 2017 sendiri, pihaknya mencatat, selama Idul Adha terdapat 271 Ekor Sapi dan 154 Ekot Kambing yang di kurbankan.
Buntaran mengungkapkan bahwa hingga hari ini, pihaknya telah mendapati sebanyak 2 ekor sapi kurban yang mengalami penyakit, yakni 1 mengalami cacing hati di Kecamatan Sungai Kunyit, dan 1 ekor sapi mengalami tumor limpa di Kecamtan Mempawah Hilir.
“secara fisik tidak ada hewan yang memiliki gejala – gejala penyakit yang bisa menularkan ke manusia, tapi memang ada yang terinveksi Cacing Hati, dan Tumor pada Limpa, dan bagian yang terindikasi adanya cacing hati dan tumor di Limpa tersebut sudah kami pisahkan dan dimusnakan,”ungkapnya.
Buntaran meyakinkan bahwa Sapi yang terinfeksi Cacing Hati dan mengalami Tumor di bagian Limpanya tersebut dagingnya masih layak untuk di konsumsi.
“bagian hati dan limpa yang terindikasi sudah kami pisahkan dan sudah di musnahkan, dan selain bagian itu tidak masalah untuk di konsumsi dagingnya, yang tidak layak hanya di bagian hati dan limpanya saja kalau dagingnya tidak masalah tidak, dan masih layak untuk di Konsumsi,”jelasnya.
Kendati pihaknya telah melakukan penyuluhan terkait tata cara penyembelihan dan penanganan daging kurban, pihaknya masih mendapati di beberapa lokasi penyembelihan masih di bawah standar pemotongan yang aman, utuh, sehat dan halal.
“kita masih temukan, masih ada yang di hampar di tanah, tidak di persiapkan dengan matang, sehingga banyak daging yang becampur dengan tanah, dan masih juga daging di bagikan dengan kantong kresek berwarna hitam, yang memang di larang karena dapat mencemarkan daging, dan ini cukup memprihatinkan, hampir 30% kita dapatkan itu,”ungkapnya
Iapun berharap, bahwa di tahun mendatang, pihaknya bisa lebih mensosialisasikan ke berbagai pihak tentang bagaimaan memotong hewan kurban yang memang memenuhi standar, aman, sehat, utuh dan halal, dan pihak penyelenggara atau panitia kurban dapat lebih menerapkan standar pemotongan hewan kurban yangvaman, sehat, utuh, dan halal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/daging-sapi_20180824_211632.jpg)