Ajak Jaga Persatuan Indonesia, FGD PMII Soroti Demokrasi dan Tagar

Untuk menjaga persatuan Indonesia dalam pemilu dan berdemokrasi harua tetap menjaga budaya kegotong-royongan.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Suasana saat Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Kalimantan Barat (PKC PMII Kalbar) menggelar focus group discussion dengan tema penguatan demokrasi bermartabat di Kalimantan Barat di Hotel Merpati Pontianak, Jum'at, (24/08/2018). 

Pdt Iwan juga menekankan agar demokrasi yang bermartabat harus ditekankan dalam suatu pesta demokrasi maupun pemilu.

"Lemahnya demokrasi bermartabat karena kita belum memiliki kekuatan untuk menata dan menjalankan demokrasi yang sebenarnya," katanya.

Sementara itu, Wakil Sekretaris PWNU, Zulkifli Abdillah mengaitkan penguatan demokrasi dari sisi media sosial.

Menurutnya, dalam media sosial suatu trending bisa mengalahkan suatu kebenaran, maka dari itu baiknya sebagai generasi bangsa lebih baik meng-trendkan suatu kebaikan jangan malah suatu yang tidak baik.

"Kebanyakan trending yang jelek ditrendkan dan celakanya malah dianggap masyarakat adalah sesuatu yang baik padahal itu jelas-jelas tidak baik. Oleh sebab itu kita harus menjadi bintang penerang ditengah kegelapan penebar kebencian dan intoleransi terutama dalam bermedia sosial," terangnya.

Maka dari itu, ia pun berharap agar masyarakat tetap menjaga kondusifitas dalam pemilu dan berdemokrasi.

"Jangan sampai gara-gara tagar tersebut kita menjadi kelompok-kelompok yang terpecah. pemilihan presiden lima tahun sekali, tetapi persahabatan sepanjang hidup kita. Jangan sampai putus persahabatan dan persaudaraan hanya gara-gara momentum 5 tahun sekali," katanya.

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved