Millenial

Mari Kita Ciduk Pelaku Pembakar Lahan

Bencana yang muncul setiap musim kemarau, yang akan disertai dengan kebakaran lahan besar-besaran itu juga selalu menua polemik.

Mari Kita Ciduk Pelaku Pembakar Lahan
Instagram
Widya 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Bella 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Peristiwa kabut asap di Kalimantan Barat, khususnya di Kota Pontianak sudah menjadi bencana tahunan yang belum terselesaikan hingga sekarang.

Bencana yang muncul setiap musim kemarau, yang akan disertai dengan kebakaran lahan besar-besaran itu juga selalu menua polemik.

Baca: Pimpin Satgas Tanggap Darurat Bencana Karhutla dan Asap, Ini Langkah Dandim 1201 Mempawah

Baca: Kebakaran Lahan Mendekati Kampus Untan, Polisi, TNI dan Damkar Lokalisir Penyebaran Kebakaran

Sebenarnya, kita juga tahu bahwa kejadian tersebut dilakukan oleh oknum-oknum tertentu yang mencari uang dengan bertindak bodoh dan melakukan hal-hal tidak bertanggung jawab.

Oleh sebab itu, cara yang bisa kita lakukan untuk melakukan pencegahan agar kejadian ini tidak terus terjadi adalah dengan mengajak masyarakat atau warga untuk melakukan pengawasan.

Jika memang warga sekitar merasa terganggu dengan asap hasil karhutla (kebakaran hutan dan lahan) dan tidak mau di sekitar tempat tinggal mereka terbakar, maka mari bersama kita jaga

Satu diantara cara pengawasan yang bisa dilakukan, misalnya ketika melihat ada tetangga atau orang yang membakar lahan, foto saja dan kemudian lapor ke pihak yang berwajib.

Widya
IG @widyaaaa_07

"Saya lebih prihatin tertuju kepada Bumil dan Mamud (mama muda), masih pada banyak keluar rumah membawa anaknya naik kendaraan tidak menggunakan masker. Buat masyarakat sekitar lahan yang terbakar bisa gunakan Smartpon kita buat menciduq masal tu orang-orang yang membakar lahan. Buat pemerintah, harusnya lebih tegas lagi karena ini sudah menjadi bencana tahunan. Apakah bencana Tahunan Harus seperti ini terus.
Pesan untuk pembakarnye, jangan jadikan alasan bodohnye membakar lahan demi mencari rezeki, carilah rezeki dengan cara yang tidak merugikan orang lain. Carilah rezeki yang memikirkan dampak kedepannyanya. Jangan egois, dampak asap mengakibatkan banyak yang menjadi korban. Hutan itu oksigen, kita bernafas pakai paru-paru, bukan pakai insang,"

Penulis: Rizki Fadriani
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved