Krisis Air Bersih di Sukadana, Dewan Minta Pemkab Salurkan Bantuan
Hal ini mengingat air adalah salah satu kebutuhan vital yang harus segera terpenuhi dan tak bisa ditunda-tunda.
Penulis: Faiz Iqbal Maulid | Editor: Dhita Mutiasari
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Adelbertus Cahyono
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAYONG UTARA - Ketua DPRD Kayong Utara, M Sukardi angkat bicara menanggapi persoalan sulitnya warga Sukadana, Kabupaten Kayong Utara mendapatkan air bersih selama sepekan terakhir.
Sukardi meminta pemerintah segera menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat.
Baca: Warga Sukadana Alami Krisis Air Bersih
Baca: Jabat Ketua Bawaslu Kayong Utara, Ini Strategi dan Program Khosen
Hal ini mengingat air adalah salah satu kebutuhan vital yang harus segera terpenuhi dan tak bisa ditunda-tunda.
"Sebenarnya bukan hanya di Sukadana saja, tapi Teluk Batang, Pulau Maya juga sama, bayanhkan untuk MCK saja sulit, apalagi konsumsi. Saya kira Pemkab dalam waktu dekat harus segera menanggulangi," kata Sukardi kepada Tribun, Kamis (23/8/2018).
Di lain sisi, Ia juga mendesak Pemkab Kayong Utara segera menanggulangi wabah Muntaber selama musim kemarau.
Ia tak ingin ada warga yang sampai jatuh sakit karena lingkungan tempat tinggalnya tidak bersih lantaran air sulit.
"Kedepan Pemkab Kayong Utara harus lebih serius dalam menangani persoalan air bersih ini. Kejadian seperti ini kan sudah hampir setiap tahun, masa tahun depan mau seperti ini lagi?," ucap Sukardi.
Menurut Sukardi, sebetulnya masih ada beberapa sumber air yang belum dikelola pemerintah secara maksimal. Terutama sungai yang terletak di Desa Dusun Besar dan Dusun Kecil.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/ketua-dprd-kayong-utara-m-sukardi_20180509_155549.jpg)