Idul Adha

Ibadah Kurban, Dua Pilar yang Menyelamatkan Dunia dan Kemanusiaan

Orang yang berkurban sudah tentu telah mampu melewati pergulatan jiwa dan lulus dalam melampaui rintangan diri.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Panitia kurban memotong hewan kurban berupa lima ekor sapi dan membagi dalam paket-paket untuk dibagikan kepada masyarakat di Panti Asuhan Muhammadiyan Tunas Melati, Jalan Kesehatan, Pontianak, Kalimatan Barat, Rabu (22/8/2018) siang. Pemotongan hewan kurban ini sendiri sebagai bentuk ketakwaan kepada Allah SWT untuk mengingat ketakwaan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail terhadap perintah Allah SWT. TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ishak

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Momentum Idul Adha memiliki pertalian historis dan nilai moral yang tak bisa dipisahkan. Kejadian di masa silam yang hadirkan berlian hikmah yang tak lekang di makan zaman.

"Orang yang berkurban sudah tentu telah mampu melewati pergulatan jiwa dan lulus dalam melampaui rintangan diri. Semata mengedepankan dan mengutamakan yang lebih tinggi dan lebih mulia, yaitu pengabdian kepada Allah Sang Pencipta," ujar Ketua Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) Provinsi Kalbar, Ustaz Didik Me Nurharis, Rabu (22/08/2018).

Baca: Dua Pemain Persib Bandung Ini Ungkap Bahagia Bisa Berkurban, Mario Gomez Ucapkan Selamat Idul Adha

Ia mengungkapkan, kurban sendiri berakar kata dari bahasa Arab, 'qarib', yang berarti dekat.

Dengan demikian, maka pesan utama hari raya Idul Adha atau biasa juga disebut Idul Qurban ini adalah siapapun yang dekat kepada Sang Pencipta, dekat dengan sesama makhluk-Nya.

Maka mestinya setiap orang siap untuk berkurban. Yang ditandai dengan menyembelih seorang hewan karena Allah SWT utk dibagikan kepada sesama yang membutuhkan.

Selain itu, hari raya kurban juga membawa pesan moral berupa pembelaan terhadap nilai kemanusian. Dengan sikap empati dan semangat berbagi.

"Inilah dua pilar yang akan akan menyelamatkan dunia dan nilai-nilai kemanusiaan. Yaitu hablum minnallah dan hablum minannas," lanjutnya.

Oleh karena itu, katanya, di momentum Idul Adha ini amalan yang sangat menonjol dan sangat dianjurkan adalah memperbanyak takbir, tahmid dan tahlil. Baik yang bersifat umum selama 10 hari di awal bulan Dzulhijjah, maupun yang sifatnya terbatas, yang dilaksanakan di setiap akhir salat - salat  fardhu.

Ini, katanya, kaitannya adalah dengan hubungan kepada Allah SWT atau hablumminallah.

Pada saat yang sama, juga sangat dianjurkan bahkan sebagian mengatakan wajib adanya ibadah kurban. Sebagai sebuah amalan yang paling dicintai di sisi Allah pada hari idul adha ini

"Dan ini adalah implementasi hablumminnas. Maka terciptalah sebuah keseimbangan, vertikal dan horisontal sekaligus, dan inilah yg kita dapat dlam ibadah kurban ini," pungkasnya.

Penulis: Ishak
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved