Tercatat Lebih 2000 Orang di Mempawah Terpapar ISPA, Dinas Kesehatan Khawatirkan Hal Ini

Dirinyapun juga turut menghimbau untuk mengurangi kegiatan diluar rumah, dan menggunakan masker bila hendak beraktivitas di luar rumah

Tercatat Lebih  2000 Orang di Mempawah Terpapar ISPA, Dinas Kesehatan Khawatirkan Hal Ini
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ FERRYANTO
Pelajar SMPN 2 Mempawah Hilir yang pulang sekolah sengan menggunakan Masker, Senin (20/08/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak Ferryanto

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,MEMPAWAH- Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan KB Sahaerul Faridin mengatakan bahwa hingga saat ini pihaknya telah mendata terdapat sebanyak 2000 orang yang terserang Ispa (Infeksi Saluran Pernapasan Atas) di seliruh wilayah Kabupaten Mempawah.

"Dengan meningkatnya kabut asap ini, sudah 2000an yang tercatat berkunjung ke puskesmas, tapi itu ispa biasa dan sudah tertangani dengan baik, dan untuk sebaran sepertinya merata,"ungkapnya saat di temui Tribun. Senin (20/08/2018).

Baca: BMKG Mempawah : Kualitas Udara di Mempawah Capai Level Berbahaya

Baca: DPD REI Kalbar Pastikan Anggotanya Buka Lahan Tak Membakar Hutan

Sahaerul mengungkapkan bahwa peningkatan pendetita Ispa di Kabupaten Mempawah terjadi pada kisaran bulan Juli Hingga Agustus 2018, yang mana dalam beberapa waktu terakhir titik hotspot di Kalimantan Barat cenderung meningkat.

Ia juga mengungkapkan bahwa dari bencana Kabut Asap yang melanda ini, pihaknya menghawatirkan akan adanya penderita Pnemoninia, dan hingga kini pihaknya telah mendata sebanyak 4 orang yang telah terdata dengan keluhan PhenemoniA

"Saya takutkan, dengan kabut asap ini akan meningkatnya Phenemonia, yaitu hingga sesak nafas juga, dan Dengan kasus ini yang perlu di takutkan / di khawatirkan itu, anak - anak, bayi dan ibu hamil,"tuturnya.

Pihaknya pun mengatakan bahwa telah memberikan imbauan kepada masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan bila tidak ada keperluan yang mendesak.

"Tadi pun kita sudah juga membagikan sejumlah masker ke masyarakat, cuman Masker di Kesehatan itu terbatas, dan sudah kami bagikan, selain itu kami sudah juga meminta bantuan ke Provinsi meminta bantuan 10 ribu masker sudah tanda tabgan, mudah - mudahan bisa terbantu, karena kita kan tidak bisa memprediksi,"ungkapnya.

Di sisi lain, dr. David Sianipar Direktur RSUD dr. Rubini mengungkapkan bahwa pihaknya hingga di bulan Juli 2018 telah mendata sebanyak 56 orang telah berobat di RSUD dr. Rubini Mempawah.

"Januari terdapat 3 kasus, Februari 6, Maret 6,April 7, Mei 5, Juni 9, dan Juli 20 Kasus,"ungkapnya. Senin (20/08/2018).

Dirinyapun juga turut menghimbau untuk mengurangi kegiatan diluar rumah, dan menggunakan masker bila hendak beraktivitas di luar rumah, serta bila di kondisi seperti ini, untuk tidak lebih menutup pintu dan jendela agar mengurangi dampak buruk kabut asap.

"Kalau pintu, jendela, di buka kan sama saja nanti masuk lagi asapnya, sama juga to,"ungkapnya.

Penulis: Ferryanto
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved