Polemik Kandungan Vaksin MR, Ini Fakta Seputar Faktor Risiko dan Efek Sampingnya

Berdasarkan laporan dari Kementerian Kesehatan RI 2016, ada sekitar 8.185 kasus campak Jerman di Indonesia pada tahun 2015.

Polemik Kandungan Vaksin MR, Ini Fakta Seputar Faktor Risiko dan Efek Sampingnya
NET
Ilustrasi Vaksin MR 

 Imunisasi atau vaksinasi adalah suatu tindakan pemberian zat yang berasal dari kuman, baik yang sudah mati ataupun yang dilemahkan.

Diharapkan dengan pemberian vaksin ini, sistem pertahanan tubuh mengenali kuman tersebut, sehingga tubuh bisa mengatasinya apabila suatu saat terinfeksi.

Pada beberapa anak yang lebih sensitif, mungkin mereka akan menampakkan reaksi alergi berat dari cairan yang terkandung dalam vaksin tersebut.

Dalam dunia medis, kondisi ini disebut dengan anafilaksis. Namun, jika kondisi ini segera ditangani, anak akan segera membaik.

Itu sebabnya, meskipun aman, Anda lebih baik berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter untuk menghindari risiko reaksi alergi sebagai efek samping vaksin rubella dan campak.

Tidak benar vaksin MR bisa sebabkan kelumpuhan dan autisme
Tidak benar bahwa kelumpuhan dan/atau autisme bisa muncul sebagai efek samping vaksin rubella-campak (vaksin MR), maupun jenis imunisasi lainnya.

Dugaan imunisasi menyebabkan autisme dan kelumpuhan sudah dipatahkan oleh begitu banyak pakar kesehatan dunia. 

Perlu diluruskan, sampai saat ini belum ada bukti medis nyata yang mampu membuktikan jika imunisasi bisa menyebabkan kedua kondisi tersebut.

Dalam segelintir kasus, munculnya kelumpuhan atau autisme setelah imunisasi hanyalah kebetulan semata.

Dan jika benar ini yang terjadi, dokter mampu menemukan penyebab asli penyakit yang diderita pasien lewat berbagai tes laboratorium.

Halaman
1234
Penulis: Rizky Zulham
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved