Musim Kemarau, Warga di Pulau Maya Sulit Air Bersih

Ia mengatakan, air leding yang biasanya dimanfaatkan warga di tiga desa disana selama musim kemarau ini sama sekali tidak mengalir.

Musim Kemarau, Warga di Pulau Maya Sulit Air Bersih
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ADELBERTUS CAHYONO
Warga membeli air bersih di Desa Tanjung Satai, Kecamatan Pulau Maya, Kabupaten Kayong Utara, Minggu (19/8/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Adelbertus Cahyono

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAYONG UTARA - Selama musim kemarau, pasokan air bersih untuk masyarakat di Desa Tanjung Satai, Kecamatan Pulau Maya semakin sulit.

Seperti halnya yang terjadi saat ini.

Baca: BMKG Mempawah : Kualitas Udara di Mempawah Capai Level Berbahaya

Baca: Serahkan 9 Ekor Sapi, Rupinus: Untuk Membantu Warga Yang Merayakan Idul Adha

Kepala Desa Tanjung Satai, Urai Turaidi mengatakan, masyarakat setempat harus merogoh kocek untuk memenuhi kebutuhan air bersih untuk dikonsumsi.

Harga air bersih per jerikennya adalah senilai Rp 5 ribu.

"Kalau untuk mandi ada tempat mandi khusus, ada juga warga yang mandi di sungai," katanya kepada Tribun, Senin (20/8/2018).

Ia mengatakan, air leding yang biasanya dimanfaatkan warga di tiga desa disana selama musim kemarau ini sama sekali tidak mengalir.

Biasanya, air itu mengalir paling tidak dua hari sekali. Meski tidak dialiri secara langsung ke rumah-rumah penduduk.

Adapun, tiga desa yang Ia maksud antara lain, Desa Kemboja, Satai Lestari, dan Tanjung Satai.

"Kalau bantuan sih ada setiap tahunnya, tapi kalau bicara kurang, sampai kapan pun pasti akan tetap kurang," imbuhnya.

Penulis: Adelbertus Cahyono
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved